Belasan Orang dalam Satu Keluarga di Danurejan Terpapar Covid-19

Ilustrasi virus corona. - Ist.
13 November 2020 18:47 WIB Catur Dwi Janati Jogja Share :

Harianjogja.com, DANUREJAN--Sebaran kasus Covid-19 kembali muncul di Kota Jogja. Kali ini belasan orang dari satu keluarga di Danurejan terpapar Covid-19.

Ketua Harian Satuan Tugas Penanganan Covid-19, Heroe Poerwadi menerangkan jika ada satu keluarga dengan jumlah 17 orang terpapar Covid-19. Mulanya awal November, kepala keluarga tersebut meninggal dunia. "Sebelum meninggal sudah dilakukan Swab dan hasilnya positif, diketahui setelah meninggal," ujarnya Jumat (13/11/2020).

Setelah dilakukan screening kepada beberapa kontak erat, diketahui dari 21 orang yang anggota keluarga yang tinggal satu rumah, 18 orang dinyatakan positif. Satu orang dinyatakan meninggal dunia merupakan kepala keluarga tadi karena penyakit jantung. Padahal kepala keluarga tadi sering mengantarkan istrinya ke pasar Beringharjo untuk jualan makanan keliling.

BACA JUGA : Ini Update Data Terbaru Covid-19 di DIY 

"Ini yang sedang kita telusuri kelilingnya kemana saja, karena Beringharjo tuh apa ya muter satu pasar kita kan enggak ngerti," terangnya.

Hingga saat ini Heroe menyatakan bahwa tim telah melakukan penelusuran terhadap kemana saja tempat yang disinggahi korban. "Makanya lagi masih penelusuran, tapi kan penelusuran kita juga hati-hati, karena pasti kan ketemu yang 18 orang itu yang 16 di antaranya kan OTG," ujarnya.

Adanya kasus keluarga di Danurejan ini membuat jumlah penambahan kasus Covid-19 di Kota Jogja membengkak. Heroe mengatakan jika sekarang pasien OTG dari keluarga Danurejan telah menjalani isolasi mandiri di rumah. "Makanya hari ini teman teman saya minta memastikan kondisinya seperti apa, apa memungkinkan isoalsi mandiri di rumah atau di selter," katanya.

Ditambahkan Heroe, penularan kasus di keluarga terbilang cukup rumit. Apalagi bila melihat latar belakang masyarakat Kota Jogja di mana satu rumah bisa dihuni dua hingga empat KK. "Dan itu banyak sekali, dan saya kira salah satu cerminan seperti di soto Lamongan ada 22 orang dalam satu rumah, ya hampir sama seperti itu. Jadi memang yang harus kita pahami ketika di rumah itu mau enggak mau menjalankan protokol kesehatan itu yang paling penting itu," ucapnya.

BACA JUGA : Pasien Positif Covid-19 di Jogja yang Meninggal Dunia 

Saat ini aktivitas Pasar Beringharjo masih beroperasi seperti biasa meski diketahui ada satu anggota keluarga dari kasus keluarga Danurejan yang berjualan makanan keliling di Pasar Beringharjo.

"Karena kan kamiakhir-akhir ini paling banyak penularan di dalam rumah. Jadi ada satu orang kena di kantor atau satu orang dari perjalanan luar kota ketika di rumah rumahnya kena. Jadi kami mengimbau kepada masyarakat meskipun di rumah tolong jalankan protokol kesehatan dengan baik," katanya.