Pemda DIY Buka Fakta Proyek Mesin Susu, Rekanan Diputus Kontrak
Pemda DIY buka fakta proyek mesin susu 2023. Kontrak diputus, pembayaran dihentikan, dan kasus kini diselidiki Kejati DIY.
Ilustrasi. /Freepik
Harianjogja.com, SLEMAN- Koalisi Gerbang Persatuan yang mengusung pasangan calon (paslon) 01, Danang Wicaksana Sulistya dan Agus Choliq juga menyoroti unggahan akun Twitter @KPUSleman. Koalisi kebangsaan yang terdiri dari Gerindra, PKB dan PPP menyangkan sikap tak netral KPU Sleman.
Sekretaris Koalisi Gerbang Persatuan Syukron Arif Muttaqin sangat menyayangkan kejadian tersebut. "Jika ini bentuk kesengajaaan maka ada indikasi KPU Kabupaten Sleman sebagai penyelenggara pemilihan kepala daerah tidak netral dan cenderung berpihak pada salah satu calon," katanya kepada Harian Jogja, Sabtu (14/11/2020).
Jikka unggahan tersebut merupakan bentuk ketidaksengajaan, lanjutnya, hal ini menunjukkan tidak profesionalnya petugas atau admin pengelola sosial media (sosmed) KPU Sleman. "Kami meminta KPU Sleman untuk segera memperbaiki postingan akun sosmed yang tidak menampilkan unggahan secara berimbang untuk semua paslon kontestan Pilkada," katanya.
Baca juga: Akun Twitter @KPUSleman Jadi Sorotan Warganet, Ada Apa?
Politisi PKB ini juga meminta penyelengga Pilkada baik KPU Sleman dan Bawaslu Sleman untuk selalu bersikap adil dan berimbang dalam membuat kebijakan utk semua kontestan. "Kami mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama mengawal dan mengawasi seluruh penyelenggaraan Pilkada ini dalam rangka mewujudkan demokrasi sehingga bisa mendapatkan pemimpin Kabupaten Sleman yang terbaik. Tentu ini untuk bisa melakukan perubahan lebih baik di Kabupaten Sleman agar Sleman Ora Ngene-Ngene wae," kata Syukron.
Sebelumnya, Warganet dikagetkan dengan postingan dari Akun Twitter @KPUSleman, Sabtu (14/11/2020). Akun resmi milik KPU Sleman mendadak jadi perbincangan warganet. Pasalnya akun @KPUSleman mengirim sebuah status dan video ajakan untuk mengetahui visi dan misi calon bupati Sleman.
Sayangnya, status dan video yang diunggah pada Sabtu (14/11/2020) pukul 00.40 WIB tersebut hanya menampilkan visi misi Paslon nomor 3, Kustini Sri Purnomo-Danang Maharsa.
“Halo #Sobatpemilih sudah tau visi misi calon pemimpin Sleman pilihanmu? Kenali dan cermati Pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Sleman pilihanmu melalui visi misi dan program mereka dan pastinya datanglah ke TPS 9 Desember 2020 gunakan hak pilihmu ?? @KabarSleman. Tulis akun— KPU Kabupaten Sleman (@KPUSleman).
Akibat tayangan video yang berdurasi 0:44 detik ini, warganet baik yang mendukung Paslon tertentu pun terkejut dan kaget dengan status tersebut. Warganet mempertanyakan visi misi paslon nomor 1 dan 2 yang tidak ditampilhan. Bahkan tidak sedikit warganet yang menuding KPU Sleman sudah tidak netral.
Baca juga: CEK FAKTA: DWS-ACH Sebut Kecamatan Depok Punya Banyak Perguruan Tinggi, Benarkah?
Padahal, video tersebut sudah dilihat lebih dari 1.363 kali dan diretwitt beberapa kali sebelum di take down oleh KPU Sleman.
Terkait hal itu Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sleman Trapsi Haryadi saat dikonfirmasi mengaku masih mendalami masalah tersebut. "Kami sedang cek [masalah status tersebut]," kata Trapsi kepada Harian Jogja.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemda DIY buka fakta proyek mesin susu 2023. Kontrak diputus, pembayaran dihentikan, dan kasus kini diselidiki Kejati DIY.
IHSG hari ini dibuka melemah ke level 5.884,96 dipicu tekanan saham BBCA, BREN, dan BBRI. Investor masih menanti sentimen ekonomi dan arus modal asing.
Harga cabai rawit merah di PIHPS Nasional mencapai Rp91.650 per kg pada Senin, sementara telur ayam ras dijual Rp29.500 per kg.
SHOW Token mengalokasikan pendanaan US$100 juta untuk industri film Indonesia melalui teknologi blockchain dan memperluas ekosistem ekonomi kreatif.
BPJPH mempercepat sertifikasi halal UMK melalui Program SEHATI untuk memperkuat ekosistem halal nasional dan daya saing wisata halal Indonesia.
KPU Kota Jogja menggelar simulasi pemungutan suara inklusif bagi siswa disabilitas di SLB Negeri Pembina untuk meningkatkan kesiapan menghadapi Pemilu 2029.