Kustini-Danang Siap Rangkul Stakeholder Bangun Sleman

Kustini Sri Purnomo bersama Danang Maharsa seusai acara debat pilkada, Kamis (12/11/2020). - Istimewa
14 November 2020 19:12 WIB Yudhi Kusdiyanto Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN—Pasangan Kustini Sri Purnomo dan Danang Maharsa siap merangkul semua stakeholder guna mewujudkan pembangunan di Sleman yang tepat sasaran, maju dan sejahtera. Hal itu ia sampaikan saat debat Pilkada 2020 putaran ketiga, Kamis (13/11/2020).

Dalam debat bertema keterlibatan stakeholder dalam pembangunan daerah, Kustini dan Danang Maharsa tampil percaya diri, kompak dan tidak saling mendominasi.

Dalam debat eksploratif di segmen keempat, Kustini menyatakan pembangunan yang baik adalah dengan melibatkan lima komponen unsur atau pentahelix, dan semuanya harus bersinergi, baik secara visi dan program yang dijalankan agar tidak saling tumpang tindih.

"Pemerintah, dunia usaha, lembaga pendidikan, masyarakat dan komunitas serta media harus saling dirangkul untuk berperan sesuai bidang masing-masing," ucap Kustini, seperti dalam rilis yang diterima Harian Jogja, Jumat (13/11/2020).

Keterlibatan setiap unsur dalam pentahelix tersebut dimulai dari tahap paling awal yakni perencanaan, kemudian dilibatkan dalam pelaksanaan kegiatan hingga tahapan evaluasi. "Tentu kami tanya apakah pembangunan tersebut pro terhadap organisasi atau masing-masing unsur tersebut. Kami tidak membeda-bedakan. Kami libatkan dan kami minta masukan serta evaluasi dengan tujuan arah pembangunan yang lebih baik," ujar Kustini.

Salah satu upaya yang berhasil dalam konteks keterlibatan semua pemangku kepentingan di Sleman yang paling hangat adalah persiapan mitigasi bencana Gunung Merapi. Semua leading sector telah bergerak sedari dini guna meminimalkan timbulnya korban jiwa dari masyarakat. "Ke depan kami akan libatkan peran perguruan tinggi salah satunya untuk memunculkan riset terhadap mitigasi bencana," kata Kustini.

Dalam pendalaman visi-misi, Danang Maharsa menyampaikan gagasannya dalam mewujudkan harmoni di Sleman. Hal ini menjadi penting mengingat banyaknya jumlah mahasiswa yang datang, sehingga semakin beragam etnis kelompok yang mewarnai Sleman.

"Kami bersama perguruan tinggi akan bersama-sama menanamkan tagline Jogja Damai dan Aman. Dari situ akan muncul rasa saling menghargai dan mengembalikan tujuan awal mahasiswa luar daerah ke Jogja terutama di Sleman untuk menuntut ilmu," kata Danang.

Danang juga menekankan Pemkab tidak akan bisa berbuat apa-apa tanpa dukungan stakeholders. Masukan dan kritikan harus menjadi suntikan semangat dalam upaya pembangunan daerah. "Memulihkan perekonomian, menghidupkan pariwisata, membangkitkan UMKM, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, mewujudkan swasembada pangan, dimulai dengan memilih kami," kata Danang Maharsa.