Tim Pengabdian LP3M UMY Berdayakan Aisyiyah dan Dampingi AUM di Kasihan

Kegiatan pemberdayaan ekonomi Aisyiyah Ranting Tamantirto Tengah kecamatan Kasihan, Bantul, Sabtu (14/11/2020). - Ist/dok LP3M UMY
16 November 2020 14:07 WIB Media Digital Bantul Share :

Harianjogja.com, BANTUL- Lembaga Penelitian, Publikasi, dan Pengabdian (LP3M) bersama Prodi Psikologi Pendidikan Islam Pascasarjana Universitas Muhammadiyah Yogyakarta melakukan kegiatan pemberdayaan ekonomi Aisyiyah Ranting Tamantirto Tengah kecamatan Kasihan, Sabtu (14/11/2020).

Kegiatan ini berupa pelatihan batik ecoprint  yang menggunakan bahan dasar dari alam dan worshop Supervisi Akademik berbasis Android untuk meningkatkan Kinerja Guru, Tim pengabdian ini diketuai oleh Akif Khilmiyah dari Prodi PPI PPs UMY.    

Akif Khilmiyah mengatakan kesenjangan pendapatan dan partisipasi kerja antara laki-laki dan perempuan dialami oleh ibu-ibu aktivis Aisyiyah yang kurang memiliki ketrampilan dalam mengelola potensi alam di lingkungan desanya. Ibu-Ibu Aisyiyah lebih banyak aktif dalam kegiatan keagamaan, di antaranya pengajian rutin dan majelis Taklim.

Baca juga: KPU Bantul Gelar Simulasi Pemungutan Suara dengan Protokol Kesehatan

"Aktivitas ekonomi yang memberdayakan masyarakat dalam bentuk meningkatkan penghasilan keluarga belum banyak dilakukan, yaitu kegiatan-kegiatan lain yang berupaya untuk memberdayakan perempuan di lingkungan masyarakatnya, sehingga perempuan itu dapat mandiri dalam kehidupan keluarganya juga belum banyak dilakukan," katanya, dalam rilis, Senin (16/11/2020).

Permasalahan lainnya yang ditemukan di Dusun Brajan, Tamantirto, Kasihan, Bantul yaitu adanya potensi bahan alami berupa aneka ragam tumbuhan yang belum dimanfaatkan dengan baik, kurangnya ketrampilan ibu ibu aktivis Aisyiyah ranting Tamantirto Tengah dalam mengelola potensi alam desa untuk meningkatkan penghasilan, dan belum membudayanya batik yang ramah lingkungan di kalangan ibu ibu aktivis Aisyiyah.

Oleh karena itu Program Kemitraan Masyarakat ini bekerjasama dengan organisasi Aisyiyah di tingkat ranting mencoba untuk memberikan solusi berupa pemanfaatan potensi bahan alam yang dimiliki dusun Brajan, dan untuk meningkatkan keterampilan aktivis aisyiyah dalam menciptakan tambahan sumber ekonomi keluarga.

Hal ini dilakukan dengan pemanfaatan potensi bahan alam yang dimiliki di lingkungan dusunnya dengan membuat batik yang ramah lingkungan. Kegiatannya berupa pemberdayaan ekonomi aktivis Aisyiyah melalui pelatihan ecoprint dengan memanfaatkan bahan alami yang ramah lingkungan.

Kontribusi Program Kemitraan Masyarakat ini adalah dengan mengadakan pelatihan pembuatan ecoprint dengan memanfaatkan bahan alami yang ada di lingkungan Dusun Brajan, Tamantirto, Kasihan sehingga dapat memberikan manfaat langsung terhadap kehidupan aktivis Aisyiyah dan masyarakat Brajan di bidang sosial dan ekonomi melalui ketrampilan batik ecoprint.

Baca juga: Warga Pengok Kidul Bangkitkan Ekonomi di Tengah Pandemi dengan Kedai Casper

Selain itu, dapat meningkatkan kualitas sumberdaya melalui pemberdayaan ibu-ibu aktivis Aisyiyah Ranting Tamantirto Tengah yang mencakup Sembilan Kelompok Majlis Taklim di Dusun Brajan Tamantirto Kasihan.

Salah satu penyebab rendahnya prestasi dan karakter siswa juga bersumber dari guru yang belum melaksanakan tugas layanannya secara profesional. Tugas guru meliputi mendidik, mengajar, dan melatih. Meningkatkan kinerja guru menjadi tugas pokok Kepala Sekolah sebagai supervisor akademik.

Guru sangat membutuhkan bimbingan dan pembinaan melalui supervisi akademik secara berkala dan terus menerus. Sehingga usaha meningkatkan kemampuan profesional guru dalam melaksanakan proses pembelajaran dapat secara terus menerus dilakukan secara berkesinambungan dan terstruktur .

Namun dalam pelaksanaan supervisi akademik, pengawas, kepala sekolah dan guru senior selaku supervisor menghadapi berbagai permasalahan yang menjadi penghambat yakni banyaknya intsrumen supervisi yang harus  disiapkan, diisi, dan dianalisa secara manual oleh supervisor.

Hambatan ini telah membuat supervisor malas melakukan supervisi kinerja akademik guru  sebagaimana mestinya. Apalagi hasil supervisi juga tidak dapat ditindaklanjuti secara cepat karena semuanya masih menggunakan manual. Akibatnya guru tidak bisa secara cepat memperbaiki kinerja akdemiknya sebagai respon dari hasil penilaian supervisor.

Berdasarkan permasalahan tersebut, pengabdian masyarakat ini  bertujuan untuk melatih pengawas, kepala sekolah, dan guru senior untuk dapat menggunakan Aplikasi Supervisi Akademik berbasis Android (ASA) (Hanasto 2018), sebagai software untuk memudahkan dalam melakukan supervisi kinerja akademik guru. Melalui ketrampilan menggunakan aplikasi Software ASA akan mampu mengatasi kesulitan yang dialami supervisor dalam mensupervisi kinerja akademik guru.

Bimbingan Teknis tentang  Aplikasi Supervisi Akademik berbasis Anroid yang disingkat Bimtek Software ASA.  Aplikasi software ASA ini merupakan hasil dari penelitian tim pengabdian pada tahun sebelumnya. Dan sekarang didesiminasikan melalui program pengabdian. Sebelum praktik aplikasi software ASA diajarkan terlebih dahulu teori supervisi akademik yang terbaru yang dipakai oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan. Kemudian dilanjutkan dengan penjelasan tentang Teknis aplikasi software ASA.
 
Metode Praktik Terbimbing, melatih cara menginstall software ASA pada smartphone, mendampingi  teknis penggunaan software ASA, melatih cara mengolah data dan melatih menafsirkan data dan membuat kegiatan tindak lanjut dari hasil analisis data tersebut.

Aplikasi ini memasukkan instrumen penilaian supervisi  dalam format digital, menggunakan  smartphone atau gadget, sehingga  supervisor dapat dimudahkan dalam melakukan supervisi. Perhitungan angka sudah berjalan secara otomatis, supervisor memiliki data kepengawasan dalam format digital, yang sewaktu-waktu dapat dibuka kembali atau dicetak sebagai laporan kinerja guru. Dan guru akan cepat membenahi kinerjanya sesuai dengan hasil penilaian supervisor.  

Keberhasilan workshop ini dapat diketahui dari penguasaan Software Aplikasi Supervisi Akademik berbasis Android, menjadikan para supervisor merasa mantap, nyaman, mudah, dan senang dalam menjalankan tugas sebagai supervisor Akademik di sekolahnya untuk meningkatkan kinerja guru.

Selain itu, terdapat peningkatan kinerja guru sebesar 20% yang dimonitor selama satu bulan  menggunakan aplikasi supervisi Akademik oleh kepala sekolah SMP Muhammadiyah Kasihan Bantul. (ADV)