Tingkatkan Peran Perempuan dengan Desa Prima

Para perempuan Bangunkerto antusias mengikuti Pelatihan Penguatan Program Desa Prima Kelompok Usaha Perempuan Bangunkerto, Jumat (16/10 - 2020). / ist
17 November 2020 05:27 WIB Media Digital Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA—Secara kultural, perempuan memiliki peran penting baik dalam keluarga maupun masyarakat. Keterlibatan perempuan dalam pembangunan dan sektor ekonomi menjadi salah satu potensi yang berkontribusi besar dalam peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Sebagai salah satu upaya untuk meningkatkan partisipasi kaum perempuan dalam suatu wilayanh melalui produktivitas ekonomi sehingga tercipta kehidupan yang lebih baik, Pemda DIY terus menggalakkan program Desa Prima.

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Pengendalian Penduduk (DP3AP2) DIY, menuturkan Desa Prima bertujuan untuk mewujudkan perempuan Indonesia yang maju dan mandiri di bidang ekonomi melalui berbagai kegiatan sehingga tercipta kehidupan yang lebih sehat dan sejahtera.

“Memperluas kesempatan bagi kaum perempuan untuk mengembangkan potensi dirinya serrta meningkatkan kesejahteraan hidupnya melalui mekanisme pengembangan aktivitas ekonomi produktif. Memperkuat bargaining position kaum perempuan dalam mengakses sumber daya ekonomi,” ujarnya, Senin (16/11/2020).

Untuk mewujudkan hal tersebut, terdapat setidaknya dua sasaran dalam program ini. Pertama, teridentifikasinya karakteristik sumber daya manusia (SDM), kehidupan dan aktivitas ekonomi perempuan. Kedua,terbentuknya kelompok perempuan produktif sebagai wadah pemberdayaan, peningkatan kemandirian dan peningkatan kondisi sosial ekonomi kaum perempuan miskin.

Alur Pembentukan

Bidang Kesejahteraan Gender dan Pemberdayaan Perempuan DP3AP2 DIY, Nelly Tristiana menjelaskan alur pembentukan Desa Prima yakni dimulai dengan Pemerintah Desa atau kelurahan mengusulkan calon anggota dengan dibantu Tim Penggerak PKK.

Jumlah calon anggota sebanyak 25 orang, dengan ketentuan usia 18-25 tahun, perempuan berasal dari keluarga miskin atau terancam miskin, memiliki usaha embrionik-mikro yang diutamakan bidang manufaktur dan jasa.

“Diutamakan perempuan yang merupakan kepala keluarga , korban kekerasan, difabel, mantan warga binaan LP, atau dengan anggota keluarga ODGJ [orang dengan gangguan jiwa],” ungkapnya.

Setelah terbentuk, sejumlah kegiatan yang dijalankan dalam Desa Prima di antaranya pengembangan usaha, mulai dari peningkatan SDM dari sisi Pendidikan, Kesehatan, politik, sosial-budaya dan lingkungan, serta kemampuan perempuan dalam mengambil keputusan mulai dari perencanaan kegiatan usaha hingga evaluasi pelaksanaan.

Program Desa Prima juga dapat dikembangkan, melalui integrasi dengan program yang berasal dari stakeholder Desa Prima atau swadaya Desa Prima. “Dapat berupa pengembangan usaha anggota atau pada tingkat organisasi seperti pengembangan institusional, skill organisasi dan usaha bersama,” kata dia.

Ekonomi Produktif

Wujud program Desa Prima salah satunya dilakukan di Bangunkerto Kepanewon Turi dengan pelatihan ekonomi produktif. Kegiatan bertajuk Pendampingan dan Pelatihan Penguatan Program Desa Prima Kelompok Usaha Perempuan Bangunkerto, ini diikuti 25 perempuan pada Jumat (16/10/2020).

Kepala Seksi Peningkatan Kualitas Hidup Perempuan Pengarusutamaan Gender Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Pengendalian Penduduk (DP3AP2) DIY Naresthi Primasari mengatakan Bangunkerto merupakan salah satu Desa Prima yang dibentuk tahun ini. Pembentukan Desa Prima bertujuan untuk memberdayakan dan meningkatkan kualitas serta taraf hidup perempuan di Bangunharjo.

"Sosialisasi dan inisiasi pembentukan Desa Prima kami lakukan sejak September lalu. Pada Oktober dan November ini diisi dengan berbagai kegiatan pelatihan," katanya di sela-sela kegiatan.

Salah satu upaya pemberdayaan yang dilakukan dengan mengikutsertakan para peserta dengan pelatihan usaha kuliner. Pelatihan kuliner yang diberikan disesuaikan dengan potensi yang dimiliki masyarakat. Misalnya, di Bangunkerto terdapat banyak bahan baku salak sehingga produksi kuliner yang dilakukan adalah produk kuliner berbahan baku salak.

Selain pelatihan kuliner, peserta juga diberi pelatihan pengolahan sampah, pemanfaatannya hingga belajar membuat sabun dari minyak jelantah. Tidak hanya itu, untuk penguatan ketahan keluarga peserta juga mendapatkan materi terkait ketahanan keluarga, pengarusutamaan gender, keluarga berencana dan materi lainnya.

Sementara Ketua Kelompok Usaha Perempuan Bangunkerto Siti Wasilatun mengatakan selama pandemi Covid 19 banyak usaha yang dilakukan masyarakat terpuruk. Untuk membangkitkan kembali semangat perempuan Bangunkerto, mereka dilibatkan dalam program Desa Prima ini. "Kami mengunggulkan olahan salak dan ikan karena di sini bahan bakunya melimpah. Salah satu yang akan dikembangkan adalah olahan ikan yang dibudidaya warga," katanya.

Selain itu, mereka juga akan mengembangkan pemanfaatan sampah untuk kerajinan. Termasuk nanti membuat hantaran pengantin dan souvenir khas Bangunkerto yakni kerajinan kulit salak. (ADV)