Limbah Buah & Sayuran Disumbangkan untuk Pakan Satwa

Penandatanganan kerja sama donasi limbah buah dan sayuran untuk pakan satwa dalam mendukung program wildlifee conservation dan zero waste. - Ist/GL Zoo.
17 November 2020 13:17 WIB Sunartono Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA—Kebun Binatang Gembira Loka atau GL Zoo mendukung program wildlife conservation (konservasi satwa liar) dan zero waste (nol limbah) dengan menerima donasi limbah buah dan sayuran yang masih layak untuk dijadikan sebagai pakan satwa.

Dirut GL Zoo KMT A. Tirtodiprojo menjelaskan dalam rangkaian HUT GL Zoo ke-67 pihaknya melakukan penandatanganan kerja sama dengan PT Lion Super Indo pada Selasa (10/11/2020) lalu. “Penandatanganan perjanjinan kerja sama ini tentang donasi pakan satwa dalam rangka mendukung program wildlife conservation dan zero waste,” katanya dalam rilis yang diterima Harianjogja.com.

BACA JUGA : WISATA JOGJA : GL Zoo Berikan Fasilitas Khusus Bagi 

Ia menambahkan sektor wisata termasuk GL Zoo ikut terdampak akibat pandemi Covid-19, bahkan selama 4,5 bulan tidak beroperasi sehingga tanpa pemasukan sama sekali. Namun pihaknya tetap berupaya untuk bertahan dan bangkit dari keterpurukan. “Sebenarnya cukup berat karena harus menghidupi satwa serta menggaji karyawan perawat satwa, tetapi kami terus berupaya untuk bertahan dan bangkit,” ujarnya.

District Leader Super Indo Jogja Syah Retno Muninggar menambahkan pihaknya akan mensuplai ke GL Zoo berupa buah-buahan dan sayuran yang sudah tidak layak untuk dijual namun masih layak untuk dijadikan sebagai pakan satwa. Limbah buah dan sayuran itu akan diambilkan dari dua super market terutama di Jalan Solo dan Jalan Sonosewu, Kota Jogja. Adapun limbah buah dan sayur itu seperti buncis, wortel, pisang, apel, jeruk, manga serta lainnya. Ia berharap kerja sama distribusi pakan satwa itu bisa berkalnjutan.

BACA JUGA : Dilengkapi Banyak Fasilitas, Gembira Loka Zoo Siap Sambut 

“Harapannya bisa membantu mencukupi kebutuhan pakan satwa, untuk dijadikan nutrisi tambahan bagi satwa,” katanya.

Ketua Umum Yayasan GL Zoo GBPH Yudaningrat menyatakan meski GL Zoo telah buka sejak 3 Agustus 2020 lalu, namun jumlah pengunjung memang belum sebanyak saat situasi normal. Bahkan kisarannya baru 20% dari jumlah saat normal. “Tetapi saya berharap tetap semangat, bekerja lebih efektif, efisien dan selalu menerapkan protokol kesehatan untuk mencegah Covid-19,” katanya.