Hadapi Erupsi Merapi dalam Masa Pandemi, BNPB Gelar Gladi Ruang

Pembukaan TTX "Penguatan Sistem Penanggulangan Bencana dalam Meningkatkan Ketangguhan dan Mengantisipasi Ancaman Erupsi Gunung Merapi pada Masa Pandemi Covid-19" di Hotel Hyatt, Selasa (17/11/2020). - Ist/dok humas Pemda DIY
17 November 2020 14:37 WIB Lugas Subarkah Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA- Dalam penguatan kesiapsiagaan untuk menghadapi ancaman Gunung Merapi, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menggelar gladi ruang atau tabletop exercise (TTX) dan tactical floor game (TFG), dengan tema Penguatan Sistem Penanggulangan Bencana dalam Meningkatkan Ketangguhan dan Mengantisipasi Ancaman Erupsi Gunung Merapi pada Masa Pandemi Covid-19.

Deputi Bidang Sistem dan Strategi Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) B. Wisnu Widjaja, menjelaskan TTX dan TFG bertujuan untuk meningkatkan pemahaman terkait ancaman dan risiko melalui sistem informasi dan komunikasi, peringatan dini, meningkatkan pemahaman dan kesiapsiagaan terkait sistem penanggulangan kedaruratan bencana yang melibatkan multipihak.

“Latihan ini juga bertujuan untuk mendapatkan masukan terhadap draf rencana kontingensi dan rencana operasi dan prosedur tetap yang disusun daerah terkait, khususnya saat pandemi Covid-19 masih berlangsung,” ujarnya, dalam pembukaan TTX, di Hotel Hyatt, Selasa (17/11/2020).

Baca juga: Dua Bandara di DIY Bisa Ditutup Jika Aktivitas Gunung Merapi Membahayakan

Untuk menghadapi erupsi Gunung Merapi, terdapat setidaknya empat target dari latihan ini, yakni mencegah terjadinya korban jiwa atau zero victim, sesedikit mungkin warga yang terdampak, serta meminimalkan dampak ekonomi maupun infrastruktur.

Latihan gladi ruang ini merupakan tindak lanjut salah satu arahan Presiden RI Joko Widodo dalam Rakornas Penanggulangan Bencana 2020, yakni seluruh instansi pemerintah pusat dan daerah harus bersinergi untuk upaya pencegahan, mitigasi, dan meningkatkan kesiapsiagaan.

Setiap gubernur, bupati, wali kota harus segera menyusun rencana kontingensi termasuk penyediaan sarana dan prasarana kesiapsiagaan, khususnya menyikapi situasi Merapi saat ini. Meskipun potensi bahaya diprediksi tidak sebesar erupsi 2010 lalu, ancaman lain yang patut diwaspadai yaitu rantai penularan virus SARS-CoV2.

Baca juga: Presiden Jokowi Ungkap Dampak Jika Dirinya Divaksin Covid-19 Pertama Kali

Adapun TFG yang difasilitasi oleh TNI, bertujuan untuk menguji rencana kontinjensi dan rencana operasi yang telah disusun oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) yang berpotensi terdampak, yakni Sleman, Magelang, Boyolali dan Klaten.

Melalui TFG, para pelaku latihan mendapatkan gambaran visual dalam mengenali medan lapangan dan koordinasi yang harus diperankan. TFG ini akan dimainkan pada Kamis (19/11/2020) dengan menggunakan media peta dua dimensi dan miniatur untuk menambah deskripsi secara visual kepada para peserta.

Kepala Pelaksana BPBD DIY, Biwara Yuswantana, menuturkan dalam menghadapi erupsi Merapi, ada ruang yang perlu dipersiapkan yang sifatnya tidak terduga. “Ini menjadi pertimbangan, apakah yang direncanakan dengan baik dalam TTX dan TFG ini dapat betul-betul meng-cover kondisi yang mungkin terjadi,” katanya.