GKR Hemas: Daycare Wajib Berizin, Orang Tua Diminta Aktif Awasi
GKR Hemas dsoroti daycare ilegal di Jogja, tekankan izin dan pengawasan usai kasus kekerasan anak.
Ilustrasi. /Freepik
Harianjogja.com, JOGJA--Sekda DIY, Kadarmanta Baskara Aji, menjelaskan sampai hari ini Pemda DIY belum merencanakan sekolah tatap muka. “Tapi kalau ada pernyataan Menteri seperti itu [sekolah tatap muka], tentu kami dari Gugus Tugas akan evaluasi dulu, berembug, mencari solusi,” ujarnya, Jumat (20/11/2020).
Pemda DIY kata dia, tidak bisa gegabah memasukkan kembali anak-anak untuk sekolah tatap muka tanpa mempertimbangkan protokol Kesehatan dan manajemen pembelajaran agar tidak timbul klaster baru.
Menurutnya saat ini masih ada waktu dua bulan sebelum masuk semester baru pada pertengahan Januari mendatang. selama dua bulan ini, pihaknya akan lakukan survey dan kajian agar tidak salah mengambil keputusan.
Sekalipun nanti memungkinkan untuk tatap muka, menurutnya tetap belum bisa berjalan secara penuh dan sistem daring masih berlaku. “Kalau tatap muka pun saya kira masih sangat terbatas, siswa tidak bisa masuk semua dan seterusnya,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
GKR Hemas dsoroti daycare ilegal di Jogja, tekankan izin dan pengawasan usai kasus kekerasan anak.
CEO JPMorgan Jamie Dimon peringatkan bank soal ancaman AI Mythos yang bisa bobol perusahaan tanpa kendali. ACI gaet 40+ perusahaan lindungi infrastruktur kritis
Pendaftaran TKA SMA 2026 gratis hingga 27 September. Cek hal yang harus diperhatikan sekolah dan murid, mulai dari data peserta hingga pilihan mata pelajaran.
Kebakaran lahan di Gunung Gede Pangrango seluas 1 hektare berhasil dipadamkan. Pendakian ditutup sementara 7-11 Agustus 2026, refund difasilitasi BBTNGGP.
OpenAI memperlambat sebagian pengembangan AI Astra setelah hasil pengujian menunjukkan kemampuan keamanan sibernya berpotensi mencapai level Critical. Pengamana
Burnout dapat membuat seseorang lebih mudah marah dan impulsif di media sosial. Psikolog Ratih Ibrahim mengingatkan burnout bukan alasan untuk merugikan orang l