Dirut Baru Perumdam Gunungkidul Diminta Optimalkan Kinerja

Pengambilan sumpah jabatan Toto Sugiharta sebagai direktur utama Perumda Tirta Handayani di rumah dinas bupati. Kamis (19/11/2020) - Harian Jogja/David Kurniawan
20 November 2020 00:37 WIB David Kurniawan Gunungkidul Share :

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL – Bupati Gunungkidul, Badingah melantik direktur utama Perusahaan Umum Daerah Air Minum (Perumdam) Tirta Handayani yang baru, Toto Sugiharta, Kamis (19/11/2020). Ia berharap kepada direktur baru untuk bisa memaksimalkan kinerja sehingga layanan ke pelanggan terus bisa ditingkatkan.

“Selamat atas terpilihnya direktur utama yang baru. Ke depan tugas berat sudah menanti karena masalah yang dihadapi sangat komplek,” kata Badingah kepada wartawan, Kamis.

Menurut dia, permasalahan utama yang dihadapi Perumdam adalah masalah layanan air bersih kepada masyarakat. Badingah meminta agar masalah ini diatasi sehingga keluhan terhadap pelayanan bisa dikurangi. “Untuk penyelesaian tidak bisa sendiri karena perlu komitmen dan soliditas dari internal. Selain itu, didalam menjalankan perusahaan harus transparan dan akuntabel sehinga Perumdam bisa menjadi layanan publik yang unggul,” katanya.

Direktur Utama Perumdam Tirta Handayani, Toto Sugiharta mengatakan, permasalahan yang dihadapi perusahan daerah ini sangat komplek. Hal ini tidak lepas dari adanya perbedaan hasil produksi air dengan tingkat kebutuhan masyarakat yang lebih besar. sebagai dampaknya, perbedaan tersebut membuat layanan belum maksimal, seperti masih belum lancarnya aliran ke pelanggan secara penuh.

Bava juga: Selain Covid-19 Waspadai Juga DBD

Menurut dia, untuk mengatasi segala permasalahan ini sudah membuat kajian yang siap diaplikasikan guna meningkatkan kualitas layanan kepada pelanggan. Toto mengungkapkan, dari sisi instalasi tidak ada masalah karena hampir semua wilayah sudah terpasang jalur pipanisasi, meski ada titik yang belum teraliri air secara sempurna.

“Pipanisasi sudah ada sejak 1993. Untuk sekarang panjang pipa perumdam mencapai 2.000 kilometer. Ini bisa jadi modal untuk memberikan layanan yang terbaik,” katanya.

Toto menuturkan di dalam optimalisasi pelayanan, pihaknya akan meningkatkan kapasitas produksi melalui pemanfaatan sumber-sumber sungai bawah tanah yang dimiliki. Ia tidak menampik selama ini banyak sumber seperti di Seropan, Ngobaran hingga Bribin yang kapasitas produksinya belum optimal sehingga banyak sumber yang terbuang percuma ke laut.

“Antara potensi debit dengan pemanfaatan memang masih belum seimbang karena masih banyak yang terbuang. Jadi, kami akan coba tingkatkan kapasitas produksinya sehingga pasokan ke pelanggan semakin lancar,” kata mantan Direktur Teknik ini.

Baca juga: Hadapi Erupsi Merapi, Sleman Dapat Rp1 Miliar dari BNPB

Anggota dewan pengawas Perumdam Tirta Handayani, Agus Sri Wahyono mengatakan, sebagai dewan pengawasan pihakanya akan melakukan tugas sesuai dengan fungsi yang dimiliki. Selain itu, juga akan melakukan koordinasi dengan manajemen untuk upaya peningkatan kualitas layanan ke masyarakat. “Memang masih ada keluhan. Misal saat kemarau pasokan tersendat, tapi saat hujan kualitas air keruh. Masalah ini harus diatasi agar kualitas layanan bisa terus ditingkatkan,” katanya.