Badan Geologi Tingkatkan Kemampuan Mitigasi untuk Pantau Merapi

Denis Riantiza Meilanova
Denis Riantiza Meilanova Sabtu, 21 November 2020 07:27 WIB
Badan Geologi Tingkatkan Kemampuan Mitigasi untuk Pantau Merapi

Gunung Merapai./Bisnis-JIBI

Harianjogja.com, JAKARTA — Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral menyiapkan kemampuan mitigasi setelah Gunung Merapi berstatus Siaga.

Hal ini disampaikan oleh Kepala Badan Geologi Eko Budi Lelono saat koordinasi dengan Ketua Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Doni Monardo pada Kamis (19/11/2020).

"Kami tengah meningkatkan kualitas jaringan pemantauan, menyebarluaskan informasi aktivitas Merapi terkini, serta meningkatkan kapasitas masyarakat melalui sosialisasi di dusun-dusun di kawasan rawan bencana (KRB)," ujar Eko, melalui siaran pers, Jumat (20/11/2020).

Hasil pemantauan Balai Penyelidikan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) pada Kamis (19/11/2020), menunjukkan aktivitas Gunung Merapi yang cukup tinggi, baik dari data kegempaan dan deformasi.

Sejak pekan lalu, suara guguran juga dilaporkan makin meningkat, bahkan guguran yang terjadi dilaporkan sampai jarak maksimal 3 kilometer dari puncak. Kondisi ini yang menjadi faktor penetapan peningkatan status.

"Peningkatan status tersebut dilakukan mengingat hasil evaluasi data pemantauan menunjukkan aktivitas vulkanik dapat berlanjut ke erupsi yang membahayakan penduduk," jelas Eko.

Badan Geologi melalui Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi memetakan sebanyak 30 dusun di sekitar Merapi masuk dalam kategori daerah bahaya.

Untuk itu, Kementerian ESDM terus berkoordinasi dengan BPBD tingkat kabupaten, provinsi, dan pusat, pemerintah daerah, BMKG, SAR, PMI, Dinas Kesehatan, TNI-Polri, Taman Nasional Gunung Merapi, serta relawan di sekitar Merapi.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia

Share

Budi Cahyana
Budi Cahyana Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online