Gunungkidul Tunggu Persetujuan Gugus Tugas & Orang Tua untuk Jalankan Sekolah Tatap Muka

Ilustrasi siswa sekolah - JIBI
22 November 2020 21:47 WIB David Kurniawan Gunungkidul Share :

Harianjogja.com, WONOSARI – Dinas Pendidikan dan Pemuda Gunungkidul mengklaim sudah bisa menerapkan program kegiatan belajar mengajar secara normal mulai awal tahun depan. Meski demikian, untuk kepastian masih butuh rekomendasi dari Gugus Tugas Penanggulangan Covid-19, serta persetujuan orang tua.

Kepala Disdikpora Gunungkidul, Bahron Rasyid mengatakan, pihaknya sudah mendapatkan informasi berkaitan dengan rencana dari Kemeterian Pendidikan dan Kebudayaan tentang proses pembelajaran tatap muka yang akan dibuka mulai Januari 2020. Secara prinsip, ia mengakui tidak masalah dengan kebijakan tersebut karena kesiapan sudah dilakukan. Hal ini juga tidak lepas adanya proses pembelajaran transisi, dimana para siswa diberikan waktu belajar tatap muka secara terbatas sejak beberapa bulan lalu.

BACA JUGA : HARIAN JOGJA HARI INI: Pemerintah Izinkan Sekolah Tatap

“Sudah mulai ada pertemuan terbatas. Ada sekolah yang menggelar pertemuan sekali hingga dua kali dengan durasi pertemuan dua jam di setiap minggunya,” kata Bahron kepada wartawan, Minggu (22/11).

Menurut dia, pertemuan terbatas yang diselenggarakan sebagai salah satu upaya pelaksanaan pembelajaran secara normal. Didalam pertemuan ini juga diterapkan protokol kesehatan secara ketat karena siswa maupun guru wajib menggunakan alat pelindung diri berupa masker atau pelindung wajah. Selain itu, di sekolah juga sudah disiapkan fasilitas tempat cuci tangan menggunakan sabun. “Ya kalau sudah bisa dimulai kami siap melaksanakannya,” ungkapnya.

Meski demikian, lanjut dia, kesiapan dari sisi sarana dan prasarana tidak serta merta menjadi acuan. Pasalnya, untuk kepastian juga harus melihat aspek lain seperti jumlah perkembangan kasus hingga adanya rekomendasi dari tim gugus tugas maupun persetujuan dari orang tua. “Kami tunggu kebijakan dari Gubernur dan bupati seperti apa. Yang jelas, pelaksanaan tatap muka bisa digelar asalkan mendapat rekomendasi dari pemangku kebijakan yang menangani,” katanya.

BACA JUGA : Sekolah Tatap Muka Dimulai Januari 2021 Ini yang Harus

Ditambahkan Bahron, untuk optimalisasi dalam pembelajaran, Disdikpora Gunungkidul sudah menyiapkan beberapa skema. Salah satunya dengan meningkatkan intensitas pertemuan terbatas di sekolah-sekolah. “Banyak skema, misal yan semula satu kali ditingkatkn menjadi dua kali. Yang dua kali menjadi tiga kali dan lain sebagainya,” imbuhnya.

Kepala Bidang SMP, Disdikpora Gunungkidul, Kisworo mengatakan, pertemuan terbatas yang diselenggarakan tetap memperhatikan protokol kesehatan pencegahan Covid-19. Selain itu, didalam pertemuan juga sudah melalui sosialisasi yang disampaikan oleh komite sekolah ke wali murid. Inti dari sosialisasi untuk memastikan para orang tua tidak keberaatan dengan program tersebut. “Ya kalau keberatan, siswa boleh tidak masuk dengan materi diberikan melalui daring,” katanya.

BACA JUGA : Ini Syarat Sekolah Kembali Gelar Pembelajaran Tatap Muka

Menurut dia, pelaksnaaan tatap muka ini sangat situasional karena pihak sekolah bisa menghentikan apabila di wilayahnya ada kasus baru positif corona. “Ya kalau ada kasus bisa dihentikan dan diganti dengan pembelajaran melalui daring,” katanya.