Pusat Bolehkan Kuliah Tatap Muka, Begini Sikap Kampus di Jogja

Ilustrasi. - Freepik
23 November 2020 19:57 WIB Hey Setiawan (ST18) Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA--Perguruan tinggi di DIY tak mau gegabah dalam menindaklanjuti rencana pelaksanaan kuliah tatap muka yang disampaikan oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan [Mendikbud], Nadiem Makarim. Terdapat sejumlah aspek terkait protokol kesehatan yang masih dalam tahap kajian.

Menanggapi pernyataan Nadiem, Kabag Hubungan Masyarakat dan Protokol UGM, Iva Ariani mengatakan, jajarannya belum mengambil ancang-ancang untuk melaksanakan kegiatan perkuliahan pada Januari 2021.

“Belum ada keputusan dari UGM untuk rencana kuliah semester depan,” kata Iva saat dihubungi Harianjogja.com, Minggu (22/11/2020).

Sedikit berbeda, Plt Rektor UNY, Margana menuturkan, pihaknya sedang menakar kebutuhan yang diperlukan dalam pelaksanaan perkuliahan tatap muka. Targetnya sebelum masa libur akhir tahun 2020, jadwal kuliah berikut dengan petunjuk teknis pelaksanaannya sudah dirils.

BACA JUGA: Hari Ini Jogja Tambah 82 Kasus Covid-19

“Untuk semester gasal sekarang, kita masih daring. Namun, semester genap pada Januari 2021 mendatang rencananya kita akan lakukan perkuliahan secara campuran, daring dan luring,” kata Margana kepada Harian Jogja, Minggu (22/11/2020).

Dalam sehari, kata Margana proses perkuliahan akan terbagi dalam beberapa sesi berdasarkan nomor absensi mahasiswa. Selain itu, tak semua angkatan datang ke kampus. Margana memprioritaskan mahasiswa baru. “Mereka kan belum pernah saling ketemu,” ujarnya.

Jika kuliah tatap muka jadi diselenggarakan, salah satu yang ia antisipasi adalah kedatangan mahasiswa dari luar Jogja. Jika ada mahasiswa yang punya gejala Covid - 19, pihak kampus sudah menyiagakan ruang isolasi di Hotel UNY. Sayangnya, jumlah ruangan yang tersedia terbilang sedikit. “Kalau 20 mahasiswa mungkin masih bisa,” tambahnya.

Ia juga masih menanti kejelasan dari Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi terkait pihak yang akan bertanggungjawab jika ada civitas akademika tertular Covid - 19.

“Kemarin malam kami para rektor dikumpulan. Di sana kami sepakat untuk menggelar metode perkuliahan campuran. Tapi, para rektor mempertanyakan, jika ada kejadian yang tidak diinginkan, siapa yang akan bertanggungjawab? Apakah perguruan tinggi atau Kemendikbud?” ujarnya.

Terpisah, Rektor UMY, Gunawan Budiyanto menyambut baik kabar dari Nadiem Makarim. Kampus UMY secara perlahan sudah memberlakukan kegiatan kampus tatap muka. Sampai hari ini, kampus UMY sudah melaksanakan kuliah dengan metode campuran, daring dan luring.

Dukungannya terhadap pelaksanaan kuliah tatap muka lantaran adanya penurunan capaian akademik selama perkuliahan daring. Ia mengatakan, kampus UMY tetap memasang target tinggi, meski situasi pandemi menghalalkan untuk relaksasi. Namun ternyata, hasil yang didapat justru mengalami penurunan. “Kisarannya hanya 60 sampai 65% saja dari masa sebelum pandemi Covid - 19,” ujarnya kepada Harian Jogja.

Ia beralasan, mahasiswa tak hanya berkegiatan di dalam kampus saja. Mahasiswa sudah seharusnya turut serta dalam kegiatan di luar perkuliahan demi memperkuat kemampuan intelektual. Hal tersebut, katanya akan berlangsung lebih maksimal jika dilakukan secara tatap muka.

Meski demikian, ia tetap meletakkan protokol kesehatan sebagai aspek utama. Pihak kampus telah menjalin koordinasi dengan warga setempat, terutama pemilik kos. Bila mana ada mahasiswa yang punya komorbiditas Covid - 19, tak disarankan untuk langsung menempati kos. Mereka akan ditempatkan di ruang isolasi milik kampus hingga kondisinya pulih dan siap kembali ke masyarakat.

“Saya kira kuliah tatap muka ini juga berdampak positif ke masyarakat setempat, terutama pemilik kos dan pemilik warung. Mereka jelas terdampak karena kebijakan kuliah daring. Nah, untuk inilah kita bekerja sama dengan warga setempat melaksanakan protokol kedatangan mahasiswa jelang kuliah tatap muka,” katanya.