Serangan Monyet Bikin Resah Petani Tanjungsari Gunungkidul
Warga Padukuhan Kelor, Kemadang, Tanjungsari mengeluhkan serangan monyet ekor panjang yang merusak area pertanian yang dimiliki karena bisa gagal panen.
Ingat pesan ibu, cuci tangan dengan sabun./Antara
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Pelaksana Tugas Kepala Satpol PP Gunungkidul Agus Priyanto mengingatkan warga yang menyelenggarakan hajatan untuk senantiasa mematuhi protokol kesehatan. Warga harus mematuhi aturan yang tertuang dalam Peraturan Bupati No.68/2020 untuk menghindari adanya potensi penyebaran virus Corona.
“Saya lihat langsung. Dari Semanu hingga Girisubo ada delapan titik hajatan yang kurang mengindahkan protokol kesehatan,” kata Agus kepada wartawan, Senin (23/11/2020).
BACA JUGA: Jangan Buang Sisa Nasi, Bisa Jadi Bahan Pembuat Hand Sanitizer
Menurut dia, kondisi ini sangat berbahaya. Agus melihat masih ada warga yang berkerumum, tidak cuci tangan, dan malah saling berjabat tangan pada saat acara berlangsung.
“Kami berharap warga bisa mematuhi aturan yang tertuang dalam Perbup No.68/2020. Dalam penyelenggaraan hajatan, harus mematuhi protokol seperti tidak bersalaman, jaga jarak hingga cuci tangan menggunakan sabun atau memakai hand sanitizer,” katanya.
Agus berjanji akan menyurati panewu dan lurah untuk mengingatkan masyarakat tentang pentingnya menerapkan protokol kesehatan dalam kegiatan masyarakat, seperti hajatan maupun rasulan. “Kami akan ingatkan kembali tentang pentingnya protokol kesehatan di setiap kegiatan,” ungkapnya.
BACA JUGA: Proses Swab Covid-19 Ini Hanya 15 Menit, Cek Harganya
Kepala Dinas Kesehatan Gunungkidul, Dewi Irawaty, mengatakan, Corona harus diwaspadai karena hingga sekarang masih ada warga yang tertular virus ini. Sebagai contoh, Senin ini ada tambahan kasus positif baru sebanyak 14 sehingga total sudah ada 425 kasus Covid-19 di Gunungkidul. Sebanyak 345 pasien dinyatakan sembuh, 15 orang meninggal dunia. Sementara, 65 pasien masih menjalani perawatan. “Selain ada tambahan 14 pasien positif baru, hari ini ada empat pasien yang dinyatakan sembuh,” kata Dewi.
Ia berharap masyarakat tidak bosan dan terus disiplin menjalankan protokol kesehatan karena ini ini merupakan cara yang terbaik guna memutus mata rantai penyebaran virus corona. “Kami akan terus menyosialiasikan ke masyarakat. Jangan lupa pakai masker, jaga jarak hingga sering cuci tangan menggunakan sabun di air mengalir,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Warga Padukuhan Kelor, Kemadang, Tanjungsari mengeluhkan serangan monyet ekor panjang yang merusak area pertanian yang dimiliki karena bisa gagal panen.
PSEL DIY ditargetkan mengolah 1.000 ton sampah per hari dan menghasilkan listrik 18-20 MW untuk sekitar 15.000 rumah.
KY memastikan seleksi hakim agung dan hakim ad hoc MA 2026 transparan. Publik bisa memantau proses dan memberi informasi rekam jejak calon.
Jadwal KRL Jogja-Solo Rabu 12 Agustus 2026 tersedia 15 perjalanan. Kereta pertama berangkat 05.05 WIB, tarif tetap Rp8.000.
PSEL Piyungan ditargetkan groundbreaking Desember 2026. Proyek senilai Rp2,5 triliun-Rp3 triliun ini mulai dibangun Januari 2027.
Polisi menyiagakan puluhan personel setelah massa membakar sejumlah kantor pemerintah di Ilaga, Puncak, Papua Tengah.