SAFARI POLITIK: Potensi Luas, Insan Musik Gunungkidul Layak Dikembangkan

Cabup Sunaryanta saat bernyanyi bersama dengan Insan Musik Gunungkidul di rumah makan Mbok Seneng, Kalurahan Siraman, Sabtu (24 - 11). (ist)
24 November 2020 20:47 WIB Media Digital Gunungkidul Share :

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL–Calon Bupati (Cabup) Gunungkidul nomor urut empat, Sunaryata menilai insan musik di Gunungkidul memiliki potensi yang luas. Ia pun berjanji membantu mengoptimalkan potensi yang dimiliki sehingga seninam dan seniwati bisa bersaing di tingkat nasional.

“Potensinya banyak. Saya yakin dengan sentuhan pendampingan, maka kemampuan para seniman bisa makin terasah,” kata Sunaryanta seperti rilis yang diterima Harian Jogja, Selasa (24/11).

Menurut dia, untuk pendampingan sudah menyiapkan studio sebagai tempat latihan dan rekaman. Fasilitas ini bisa dimanfaatkan untuk mengasah kemampuan yang dimiliki oleh para musisi atau pun para seniman. “Ini bentu komitmen saya untuk membantu pengembangan potensi musik di Gunungkidul,” katanya.

Dalam acara pertemuan insan musik di Gunungkidul, Sunaryanta menyempatkan diri bernyanyi bersama denan menyanyikan Lagu Indonesia Pusaka. Para seniman musik Gunungkidul juga menampilkan berbagai jenis musik. Tidak hanya yang muda, namun hadir juga musisi musik Gunungkidul yang senior seperti Grup Musik dari Jeruksari, Wonosari yang membawakan lagu-lagu Koes Plus.

Selain peduli terhadap pengembangan musik, dalam program kampanyenya ia juga konsen untuk pengembangan ternak di Gunungkidul. Salah satunya pengembangan daging sapi. Ia menilai, potensi ini belum tergarap secara maksimal sehingga akan dikembangkan dalam upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat. “Selama ini daging sapi masih banyak impor. Misalnya kita bisa pasok 5.000 ton, nilainya sudah lebih dari setengah triliun rupiah,” katanya.

Koordinator Insan Musik Gunungkidul, Andri Widyarta memberikan apresiasi atas perhatian Sunaryanta kepada insan seni musik di Gunungkidul. Ia berharap dengan komitmen dalam pengembangan musik di Gunungkidul, para seninam dan seniwati ke depannya mampu untuk memberikan ruang bagi untuk berekspresi. “Kami senang adanya perhaitan terhadap musisi dan seninam,” katanya.  (DAK)