Jelang Nataru, Disdag Bantul Gelar Pasar Murah

Pembeli sedang berbelanja di pasar murah yang digelar Dinas Perdagangan di depan pendopo Parasamya II Mandinh, Kompleks Pemkab Bantul, Jumat (20/11/2020) - Harian Jogja/Ujang Hasanudin
25 November 2020 15:07 WIB Media Digital Bantul Share :

Harianjogja.com, BANTUL-Dinas Perdagangan Bantul bersama Dinas Perindustrian dan Perdagangan DIY serta Badan Urusan Logistik (Bulog) Divisi Regional DIY, menggelar pasar murah kebutuhan pokok di Pendopo Parasamya II Manding, Kompleks Pemerintahan Kabupaten Bantul, Jumat (20/11/2020). Pasar murah tersebut digelar untuk menstabilkan harga menjelang hari raya Natal dan Tahun Baru (Nataru).

Kepala Dinas Perdagangan Bantul, Sukrisna Dwi Susanta mengatakan pasar murah kebutuhan pokok digelar setiap tahun menjelang Nataru untuk membantu masyarakat mendapatkan harga kebutuhan pokok yang murah. Selain itu juga untuk menstabilkan harga karena beberapa kebutuhan pokok saat ini mulai merangkak naik.

Kenaikan yang paling terasa adalah bawang putih dan bawang merah. Harga bawang putih di pasaran saat ini sudah sampai Rp28.000 per kilogram. Sementara bawang merah di harga lebih dari 30.000 per kilogram. “Sementara di pasar murah harga bawang merah dan bawang putih masing-masing dijual Rp25.000 per kilogram karena langsung dari petani dan distributor yang kita jual,” kata Sukrina, disela-sela pemantauan pasar murah.

Baca juga: Kasus Covid-19 Meningkat, 3 RS di DIY Tambah Nakes dan Bed

Selain bawang merah dan bawang putih yang dijual adalah beras premium per lima kilogram dijual Rp55.000, gula pasir Rp11.500 per kilogram, minyak goreng Rp12.000 per liter, telor Rp21.000 per kilogram, tepung terigu Rp7.750 per kilogram, dan ayam potong Rp29.000 per kilogram.

Menurut Sukrisna sebagian kebutuhan pokok yang dijual tersebut masih jauh di bawah harga pasar karena tujuannya memang untuk membantu masyarakat mendapatkan harga yang murah.

Selain menjual harga kebutuhan pokok, Dinas Perdagangan juga menggandeng sejumlah usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Bantul. Total ada 12 stan UMKM yang ikut berjualan di sekitar stan pasar murah. Beberapa produk UMKM yang di jual di antaranya adalah olahan lidah buaya, kripik jamur, dawet, bawang goreng, ayam dan bebek ungkep, telur asin, dan UKM batik.

“Sebenarnya masih banyak UMKM yang ingin ikut tapi kami membatasi supaya tidak terjadi kerumunan, karena saat ini masih dalam kondisi pandemi,” kata Sukrisna.

Ia berharap UMKM yang ikut dalam stan pasar murah dapat membantu menggeliatkan kembali UMKM yang sempat terpukul di tengah pandemi Covid-19.

Baca juga: Hari Guru Nasional: Puluhan Guru di Jogja Terbitkan Antologi

Sementara itu, Kepala Seksi Pengawasan Perdagangan Perlindungan Konsumen dan Tertib Niaga (P3KTN) Dinas Perindustrian dan Perdagangan DIY, Sabar Santoso mengatakan, pasar murah jelang Nataru ini digelar di dua kabupaten, yakni Bantul dan Gunungkidul yang dimulai dari tanggal 10 November di Pasar Seni dan Wisata Gabusan Bantul; Ngeposari Gunungkidul 16 November; Kepek Wonosari Gunungkidul 17 Noember; Ngalangan Gedangsari Gunungkidul 19 Noember; dan terakhir di Pendopo Parasamya II Manding Bantul.

Pasar murah tersebut digelar untuk membantu warga mendapatkan harga kebutuhan pokok yang terjangkau, “Walau pun Natal dan Tahun Baru masih jauh tapi kami antisipasi menstabilkan harga sejak dini,” ujar Sabar. Selain itu pihaknya juga membantu UMKM untuk bangkit kembali dengan menjual produknya melalui stand pasar murah.