Kemarau Panjang 2026, PDAM Sleman Pastikan Pasokan Air Tetap Aman
Kemarau panjang 2026 mulai menurunkan debit air di sejumlah wilayah Sleman. PDAM Tirta Sembada memastikan distribusi air ke 45.993 pelanggan tetap stabil.
Foto ilustrasi. /ANTARA FOTO-Asprilla Dwi Adha
Harianjogja.com, SLEMAN- Pemda DIY meyakini nilai ganti untung atas proyek pembangunan jalan Tol Jogja-Solo bagi warga Sleman yang terdampak bakal menguntungkan. Pasalnya harga tanah di wilayah DIY dan Jawa Tengah berbeda.
Kepala Dinas Pertanahan dan Tata Ruang (Dispertaru) DIY, Krido Suprayitno mengatakan penggantian ganti untung lahan terdampak tol diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat. Meskipun nilai taksiran tanah dan bangunan milik warga terdampak merupakan kewenangan tim appraisal dan bukan kewenangan dari Pemda DIY, namun ia meyakini nilai ganti untung yang diterima warga di Sleman akan berbeda dengan yang ditetapkan di Klaten.
Baca juga: GP Ansor DIY Siap Jaga Kambtimas Jelang Pilkada
Kondisi tersebut, lanjut Krido, tidak terlepas dari harga jual tanah yang terjadi di Sleman dan Klaten. Harga tanah di dua provinsi baik DIY maupun Jateng berbeda karena ada perbedaan peta gudang dan peta harga tanah. "Pasti ada perbedaan harga tanah. Ini karena harga tanah di DIY (Sleman) dan Jateng (Klaten) berbeda. Beda wilayah, beda harga tanah. (Lebih tinggi Sleman) wartawan sudah tahulah," kata Krido, Jumat (27/11/2020).
Hanya saja, kata Krido, tidak menyebutkan berapa besaran nilai ganti untung yang akan diberikan kepada warga terdampak. Nilai ganti untung tersebut tetap akan dimusyawarahkan antara tim appraisal dengan warga terdampak. "Kami bisa memberikan informasinya setelah musyawarah selesai. Sebab harga tanah yang akan disampaikan masuk dalam bagian materi musyawarah," katanya.
Dijelaskan Krido, nilai ganti untung tersebut baru disampaikan awal Desember mendatang. Dengan begitu, diharapkan pencairan dana ganti untung kepada warga terdampak selesai pada akhir Desember. "Setelah ada kesepakatan nilai ganti untungnya, pada pekan terakhir bulan Desember pembayaran akan dilangsungkan," kata Krido.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kemarau panjang 2026 mulai menurunkan debit air di sejumlah wilayah Sleman. PDAM Tirta Sembada memastikan distribusi air ke 45.993 pelanggan tetap stabil.
PLN mendapat penugasan mengembangkan WKP Ungaran hingga 55 MW. Proyek masih dalam tahap studi dengan kajian lingkungan dan sosial.
MRS 2026 putaran empat menjadi uji coba perangkat elektronik Sirkuit Mandalika sekaligus menjaga grip lintasan menjelang MotoGP Indonesia 2026.
AJI Yogyakarta mendesak perusahaan media memperkuat SOP keselamatan jurnalis, termasuk pelatihan, APD, mitigasi, komunikasi, dan evakuasi.
Turnamen Biliar Joglosemar 2026 mempertemukan insan pers Jogja, Solo, dan Semarang sebagai persiapan menuju Porwanas 2027.
Basarnas mengerahkan enam penyelam untuk mencari korban KM Virgo Transport 8 yang tenggelam di Laut Jawa.