FLPPP Komitmen Jaga Pilkada Damai Tanpa Hoaks dan Isu Sara

Sejumlah pimpinan laskar PPP yang tergabung dalam Forum Laskar PPP (FLPPP) mendekalrasikan diri pilkada bantul yang damai, aman, tanpa hoaks, dan isu SARA, serta mengedepankan keutuhan NKRI, Senin (30/11/2020) malam. - Harian Jogja/Ujang Hasanudin.
01 Desember 2020 11:57 WIB Ujang Hasanudin Bantul Share :

Harianjogja.com, BANTUL--Forum Laskar Partai Persatuan Pembangunan (FLPPP) Bantul berkomitmen menjaga pilkada Bantul yang aman, damai, tanpa hoaks, dan isu SARA, serta mengedepankan keutuhan NKRI. Komitmen itu diucapkan dalam deklarasi yang digelar di Warung Kita dan Kopi, Manding, Bantul, Senin (30/11/2020) malam.

Ketua FLPPP Bantul, Sadam Prasetyo tidak memungkiri pasangan calon bupati dan wakil Bupati di Bantul hanya ada dua sehingga rawan terjadinya gesekan di tingkat bawah. Pihaknya perlu mengingatkan kepada semua laskar PPP yang berjumlah sekitar 4500 anggota di bawah 43 laskar.

BACA JUGA : Ini Besar Modal Awal Abdul Halim dan Suharsono 

Dia khawatir ketika terjadi provokasi-provokasi anggotanya bisa tersulut sehingga menimbulkan kejadian yang tidak diinginkan, “Teman-teman laskar yang punya kekuatan besar khawatir tidak bisa kondisikan dalam Pilkada nanti kami tidak mau terjadi hal yang tak diinginkan. Karena itu perlu dikondisikan untuk mendukung jalannya pilkada yang kondusif, pilkada aman dan damai, menjaga keutuhan NKRI dan memelihara toleransi tanpa hoaks dan isu sara,” kata Sadam.

“Kami sudah koordinasi agar selalu menjaga diri jangan sampai terpancing dengan gejolak yang diberikan dari siapapun,” sambung Sadam. Pihaknya juga meminta para komandan laskar untuk selalu mengingatkan agar isu-isu SARA dalam Pilkada Bantul tidak terjadi karena dampaknya sangat membahayakan bagi keutuhan NKRI.

“Kami enggak mau terjadi prahara setelah pilkada,” kata dia.

BACA JUGA : PILKADA BANTUL: Persiapan Matang Dilakukan Dua Paslon

Sadam menyatakan pilkada adalah agenda lima tahunan yang biasa dilakukan untuk memilih pemimpin. Sementara persatuan dan kesatuan adalah abadi yang harus dijaga sampai kapanpun. Jangan sampai Pilkada memecah belah warga Bantul.

Deklarasi pilkada damai dan aman ini dihadiri sekitar 50-an orang. Sadam mengaku sengaja membatasi yang hadir untuk mematuhi protokol kesehatan dari Covid-19. Selain deklarasi pilkada Bantul yang aman dan damai, FLPPP Bantul juga akan menggelar bakti sosial untuk mendekatkan diri dengan masyarakat.

Sekedar diketahui pilkada Bantul diikuti dua pasangan calon, yakni Abdul Halim Muslih-Joko B Purnomo dan Suharsono-Totok Sudarto. Keduanya calon bupati sama-sama petahana yang masih memimpin Bantul sebagai bupati dan wakil bupati sampai Februari 2021, namun dalam pilkada ini pecah kongsi dan ikut berkompetisi dalam pilkada Bantul.