Belum Semua Petugas KPPS Gunungkidul Jalani Rapid Test Covid-19

Ilustrasi - Harian Jogja/Desi Suryanto
02 Desember 2020 17:27 WIB David Kurniawan Gunungkidul Share :

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Sedikitnya 762 anggota KPPS belum menjalani rapid test untuk deteksi dini penularan virus Corona. KPU Gunungkidul memberikan kesempatan hingga Jumat (4/12/2020) kepada KPPD untuk menjalani tes cepat di puskesmas terdekat.

Ketua KPU Gunungkidul, Ahmadi Ruslan Hani, mengatakan rapid test bagi petugas KPPS merupakan komitmen dari KPU untuk mencegah penyebaran virus Corona klaster pilkada. Meski demikian, pelaksaan tes ini tidak berjalan lancar karena masih ada 762 petugas yang belum melakukan tes. “Masalah ini sudah kami konsultasikan dengan KPU,” kata Hani menjawab pertanyaan dari harianjogja.com, Rabu (2/12/2020).

BACA JUGA: Kasus DBD di Kulonprogo Melonjak, Dua Dinyatakan Meninggal

Dia mengatakan ada beberapa penyebab yang membuat para petugas ini belum menjalani rapid test. Selain sibuk dengan pekerjaan sehari-hari, ada juga petugas merasa trauma dengan pelaksaaan tes ini. Hal itu terjadi di Kalurahan Bejiharjo, Karangmojo.

“Dulu di sana [Bejiharjo] sempat ada kluster pedagang ikan sehingga membuat trauma petugas. Takutnya, saat hasilnya reaktif diminta isolasi mandiri hingga adanya stigma yang kurang baik di masyarakat,” ungkapnya.

Hani mengakui sudah berusaha melakukan mediasi dengan para petugas agar mau menjalani rapid test. “Kami terus berupaya dan bagi yang belum melakukan tes ditunggu hingga 4 Desember di puskesmas terdekat,” katanya.

Rapid test tidak hanya untuk petugas KPPS yang berjumlah 13.300 orang. Anggota linmas yang bertugas menjaga keamanan di TPS juga dilakukan hal yang sama. “Untuk linmas ada 3.800 orang,” katanya.

BACA JUGA: Viral karena Menjambret Guru, Warga Wirobrajan Serahkan Diri ke Polisi

Menurut Hani, berdasarkan yang diterima ada 40 petugas yang dinyatakan reaktif. Temuan ini ditindaklanjuti dengan swab untuk memastikan para petugas terpapar corona atau tidak. “Hingga sekarang ada 14 petugas yang dinyatakan positif, tapi kami juga sudah menggantinya dengan petugas yang baru,” imbuhnya.

Panewu Karangmojo, Marwanta Hadi, mengakui adanya petugas KPPS yang belum menjalani rapid test. Ia mencontohkan di Kalurahan Bejiharjo, dari 324 petugas hanya 54 orang yang sudah melaksanakan tes. “Sisanya sebanyak 270 petugas belum berani menjalani rapid,” katanya.

Marwanta menuturkan berkomitmen membantu KPU untuk memberikan penyuluhan kepada para petugas agar mau menjalani tes. “Kami bantu berikan pemahaman ke petugas. Apalagi hasil dari 54 petugas yang menjalani rapid test, hasilnya juga negatif,” katanya.