Bupati dan Wakil Bupati Diminta Tidak Manfaatkan Jabatan di Hari Tenang

Pejabat Sementara (Pjs) Bupati Bantul Budi Wibowo (kanan) menyerahkan jabatan bupati kepada Suharsono (kiri) dan disaksikan langsung oleh Wakil Gubernur DIY KGPAA Paku Alam X di Gedung Induk Parasamya, Kompleks Pemerintahan Kabupaten Bantul, Sabtu (5/12/2020). - Harian Jogja/Ujang Hasanuddin.
05 Desember 2020 15:17 WIB Ujang Hasanudin Bantul Share :

Harianjogja.com, BANTUL--Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Bantul mengimbau Bupati dan Wakil Bupati Bantul, Suharsono dan Abdul Halim Muslih tidak memanfaatkan jabatannya untuk kampanye di masa tenang hingga masa pemungutan suara pada 9 Desember mendatang.

Imbauan tersebut disampaikan karena Suharsono dan Abdul Halim Mulih sama-sama sebagai calon bupati dalam pemilihan kepala daerah dan wakil kepala daerah (Pilkada) 2020 ini dan keduanya sudah aktif kembali menjadi bupati dan wakil bupati setelah cuti di luar tanggungan negara untuk kepentingan kampanye selama 71 hari terakhir.

“Pada hari terakhir kampanye ini kami sudah memberikan imbauan kepada bupati dan wakil bupati untuk tidak menyalahgunakan kewenangannya. Ini terkait karena mereka sama-sama sebagai calon [dalam pilkada 2020],” kata Anggota Bawaslu Bantul, Nuril Hanafi, Sabtu (5/12/2020).

BACA JUGA : Ini Besar Modal Awal Abdul Halim dan Suharsono

Suharsono dan Abdul Halim Muslih per Sabtu (5/12/2020) ini resmi kembali menjabat sebagai bupati dan wakil bupati. Serah terima jabatan dari Pejabat Sementara (Pjs) Bupati Bantul Budi Wibowo kepada Suharsono digelar langsung di Gedung Induk Parasamya, Kompleks Pemerintahan Kabupaten Bantul. Serah terima jabatan tersebut juga disaksikan langsung oleh Wakil Gubernur DIY, Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Arya (KGPAA) Paku Alam X.

Nuril mengatakan sebagai bupati dan wakil bupati hak dan kewenangannya kembali melekat. Sementara pemungutan suara tinggal menghitung hari. Pihaknya meminta agar keduanya baik Suharsono maupun Abdul Halim Muslih untuk tidak menyelenggarakan pertemuan terlebih dahulu yang menghadirkan aparatur sipil negara (ASN), tidak menyalahgunakan program bantuan pemerintah dalam masa tahapan pilkada ini, serta mentaati seluruh regulasi yang ada secara proporsional.

“Pada masa tenang ini diimbau tidak mengadakan kegiatan-kegiatan yang bersifat dapat menjurus pada pencitraan karena rawan,” ungkap Nuril.

BACA JUGA : PILKADA BANTUL: Persiapan Matang Dilakukan Dua Paslon

Selain itu Bawaslu juga mengimbau kedua calon bupati tersebut untuk menciptakan suasana keamanan, ketertiban masyarakat (Kamtibmas) sehingga pilkada 2020 ini berjalan aman, damai, dan lancar, serta memenuhi protokol kesehatan.

KGPAA Paku Alam X mengajak kepada masyarakat Bantul untuk menggunakan hak suaranya dalam pilkada 9 Desember mendatang. Namun dalam menggunakan hak suaranya dia juga mengimbau agar masyarakat mengedepankan protokol kesehatan dari Covid-19, “Kami turut berdoa agar pilkada semua berjalan lancar,” ucap Paku Alam X.