Hanya 5 Menit di TPS, Ini Kegiatan Calon Bupati Bantul Abdul Halim Muslih Usai Mencoblos

Calon Bupati nomor urut satu Abdul Halim Muslih bersama istri Emi Masruroh sedang menyalurkan hak suaranya di TPS 006 Dusun Singosaren, Desa Wukirsari, Kecamatan Imogiri, Bantul, Rabu (9/12/2020). - Harian Jogja/Ujang Hasanudin
09 Desember 2020 10:47 WIB Ujang Hasanudin Bantul Share :

Harianjogja.com, BANTUL- Calon Bupati Bantul Abdul Halim Muslih bersama istri Emi Masruroh menyalurkan hak suaranya di Tempat Pemungutan Suara (TPS) 006, Dusun Singosaren, Desa Wukirsari, Kecamatan Imogiri, Bantul. Calon bupati nomor urut satu ini datang ke TPS sekitar pukuk 08.48 WIB dengan berjakan kaki dari rumah.

Jarak rumah Halim dengan TPS 06 sekitar 100 meteran. Dia datang ke TPS sesuai jam yang tertera di undangan pemilihan. Halim sekitar lima menit di dalam TPS kemudian kembali pulang ke rumahnya untuk menerima tamu dari berbagai kalangan.

Usai memilih Halim mengaku lega. "Suasanya lega sekali, alhamdulillah," kata Halim seusai menyakurkan hak suaranya.

Baca juga: Usai Nyoblos, Abdul Halim Muslih Mengaku Siap Terima Hasil Pilkada Bantul dengan Legowo

Dia mengatakan hari yang dinantikan rakyat bantul telah tiba. Sebagai warga Bantul juga memiliki hak pilih dan melakukan pencoblosan di TPS 006, Dusun Singosaren, Desa Wukirsari, Kecamatan Imogiri, Bantul.

Sebelum menyakurkan hak suaranya Halim bersama istri juga diperiksa suhu badan, menggunakan sarung tangan yang sudah disediakan Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS).

Halim berharap seluruh TPS mengedepankan protokol kesehatan Covid-19 tetap dengan baik, karena hari ini, kata dia, DIY hampir 70 persen adalah zona merah Covid-19, termasuk Bantul, sehingga pesta demokrasi hari ini adalah pesta demokrasi yang kesehatan harus diutamakan.

Baca juga: Harus Ngantor, Sri Muslimatun Serahkan Pemantauan Hasil Pilkada pada Tim Pemenangan

Calon bupati yang masih menjabat sebagai wakil bupati Bantul aktif ini optimistis bisa menang dalam pilkada ini. Namun jika kalah pun dia mengaku menerimanya.

"Ini pilihan rakyat siapa pun yang kalah dan menang bisa menerima, menghormati keputusan rakyat. Karena rakyat pemegang kedaulatan, harapannya kedepan pemerintah bantul lebih baik. Bisa menyelenggarakan pemerintah daerah dengan baik, pelayanan publik dengan baik. Sehingga kesejahteraan rakyat dapat ditingkatkan bersama-sama bukan hanya pemerintah tetapi pasrtipasi rakyat sangat penting," ucap Halim.

"Sebagai warga negara baik yang paham dengan sistem Pancasila apapun hasilnya saya menerima, jadi suara rakyat adalah suara Tuhan. Dan takdir Tuhan harus dihormati dan diterima debgan legowo," kata Halim.

Dia juga meyakini pilkada kali ini berjalan damai dan kondusif. Menurut Halim, warga adalah warga yang cerdas. warga yang sudah terbiasa berdemokrasi sehingga menang dan kalah menjadi hal basa.

"Wong nabi saja pernah kalah. Masa kita kalah terus ngamuk kan ya ndak. Satu optimis dan saya menerima apapun keputusan rakyat," tegas Halim.