Bawaslu DIY: Bilik Khusus Belum Sesuai Standar

Petugas TPS Pilkada Sleman di Faskes Darurat Covid-19 di Asrama Haji di Ring Road Utara, Pogung Lor, Sinduadi, Mlati memakai APD, Rabu (9/12/2020). - Abdul Kamid Razak
10 Desember 2020 07:27 WIB Lugas Subarkah Jogja Share :

Harianjogja.com, MANTRIJERON--Standar operasional prosedur (SOP) sesuai protokol kesehatan pada pemungutan suara masih belum terlaksana dengan baik di sejumlah Tempat Pemungutan Suara (TPS), Rabu (9/12/0202), khususnya pada pada poin penyediaan bilik khusus untuk pemilih dengan suhu lebih dari 37,3 celcius.

Anggota Bawaslu Divisi Pengawasan dan Hubungan Antar Lembaga Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) DIY, Amir Nashiruddin, mengatakan bilik khusus untuk pemilih dengan suhu 37,3 celcois, sandarnya terletak di luar dan diberi dinding plastik.

“Tapi prakteknya ada beberapa TPS yang hanya di pojok tapi masih satu ruang. Bahkan di Sendowo, Mlati, TPS 10 tidak disediakan bilik khusus untuk suhu tinggi,” ujarnya dalam Pemaparan Hasil Pengawasan Pemungutan dan Penghitungan Suara Pilkada 2020, di kantor Bawaslu DIY, Rabu (9/12).

BACA JUGA : PILKADA BANTUL: Pemilih di Rumah Sakit 52 Orang, Sebagian

Kemudian ditemukan pula sejumlah TPS dengan bilik suara yang ukurannya berbeda, ada yang lebih kecil dan besar. Temuan tersebut meliputi TPS 53 Wedomartani, Ngemplak; TPS 4, Widodomartani, Ngemplak; TPS 12 Sindumartani, Ngemplak; TPS 2 Wedomartani, Ngemplak; TPS 6 Sanggrahan, Kalitirto;. TPS 43 Maguwoharjo, Depok; TPS 1 Widodomartani, Ngemplak.

Untuk pelayanan pasien positif dan menjalani isolasi, ia melihat semua sudah terlayani. Kelompok penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) mendatangi rumah pasien. Adapun untuk pasien yang berada di rumah sakit rujukan, berdasarkan catatannya semu sudah terlayani kecuali pasien di RSUP Dr. Sardjito.

“Hanya pasien reguler sebanyak 31 pasien. Pasien covid sama sekali tidak terlayani. Alasannya karena pasien dalam kondisi kritis. Tidak memungkinkan pihak luar masuk ruang perawatan. Untuk pasien di Rusunawa Gemawang 30 terlayani, di Asrama Haji 52 pasien,” ungkapnya.

BACA JUGA : Badingah Berharap Tidak Ada Kluster Covid-19 dari Pilkada

Anggota Bawaslu Divisi Penyelesaian Sengketa, Sutrisnowati, mengatakan selain soal protokol Kesehatan, pihaknya juga menemukan maraknya alat peraga yang masih terpasang di sejumlah ruas jalan di Sleman, seperti di Jalan Gejayan dan Sariharjo, Ngaglik.

Temuan ini dapatkan dari sukarelawan, pada Rau (9/12) pagi, dari paslon nomor urut 03. Padahal, pihaknya telah membersihkan alat peraga ini sehari sebelumnya. “Diduga semalam ada yang masang. Sementara kami tertibkan dulu. Karena ada yang dipasang di dekat lokasi TPS,” katanya.