UGM Temukan Retakan Tanah hingga 20 Meter di Lokasi Fenomena Api
Tim UGM menemukan indikasi retakan bawah tanah hingga kedalaman 20 meter di lokasi fenomena api Seyegan. Penelitian lanjutan dengan geolistrik akan dilakukan.
Ingat pesan ibu, cuci tangan dengan sabun./Antara
Harianjogja.com, JOGJA--Terjadinya beberapa paparan kasus Covid-19 di lingkungan Balai Kota Jogja membuat Wali Kota Jogja, Haryadi Suyuti ingatkan protokol kesehatan harus dipatuhi. Menurutnya, lingkungan Balai Kota Jogja sama halnya seperti lingkungan lainnya, tidak serta merta aman sehingga harus taat prokes.
Beberapa temuan kasus di lingkungan Pemkot Jogja menurut Haryadi jadi pengingat, bahwasannya lingkungan kerja masih menjadi tempat berisiko. "Ya itu mengingatkan pada kita, bahwa satu, lingkungan kerja kita tidak aman. Artinya penyebaran di kantor itu menjadi perhatian," ujar Haryadi pada Kamis (10/12/2020).
Terlebih Haryadi menyebutkan jika tingkat sebaran kasus saat ini pada angka 2,5 kali. Maksudnya, jika ada satu orang terkena maka kemungkinan asa 2-3 orang juga yangvakan terpapar. "Jadi tidak hanya fokus pada kita saja, katakanlah bukan si A saja, tapi si A ini menularkan tiga kali lho. Tiga orang, kalau satu [tertular] sama dengan tiga," tuturnya.
"Tingkat sebarannya sudah begitu. Penyebaran satu bermakna kita harus cari bisa tiga orang. Tingkat sebaran harus diperhatikan. Kami juga minta data orang Pemda yang sakit, kena [Covid-19] dari awal sampai sekarang berapa, yang meninggal berapa. Tapi orang yang berlabel pegawai Pemkot. Tidak ada lingkungan yang steril di sini, makanya nanti kami tuliskan di Balkot anda memasuki wilayah berptokol 4M (Memakai masker, Mencuci tangan, Menjaga jarak dan Menjauhi kerumunan)," tegas Haryadi.
Haryadi menambahkan jika waspada dan peduli sesama sangat penting saat ini. Wujud peduli yang dimaksud Haryadi yakni saling mengingatkan satu dan lainnya unuk menerapkan prorokol kesehatan. "Pengetatan itu pelaksanan dam pengawasan, itu lah makna dari protokol kesehatan, jalankan saja tidak ada pengecualian," tegasnya.
Sementara itu Ketua Harian Satgas PenangananCovid-19 Kota Jogja, Heroe Poerwadi menerangkan jika hasil pemeriksaan pada kasus Dinas PUPKP masih belum keluar. Diceritakan Heroe bahwa saat ini proses menunggu hasil laboratorium agak lama. Kendati demikian dia menegaskan bahwa pegawai kontak erat tetap jalani isolasi mandiri sampai hasilnya keluar. "Biasanya setalah swab kita berikan surat isolasi mndiri sampai hasilnya keluar," pungkasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Tim UGM menemukan indikasi retakan bawah tanah hingga kedalaman 20 meter di lokasi fenomena api Seyegan. Penelitian lanjutan dengan geolistrik akan dilakukan.
Kementerian Koperasi mengusulkan tambahan anggaran Rp1,34 triliun pada 2027 untuk mempercepat operasional 80.000 Kopdes Merah Putih dan pengembangan koperasi na
Taylor Swift tampil di premiere Toy Story 5, membawakan soundtrack baru dan menyebut film terbaru Pixar itu sebagai favoritnya dalam franchise Toy Story.
RSUD Prambanan menyatakan terbuka memberikan penjelasan medis terkait dugaan malpraktik. Audit internal dan eksternal disebut tidak menemukan kelalaian medis.
Pemkot Pekalongan menyiapkan revitalisasi drainase Jalan WR Supratman senilai Rp5 miliar dari Bankeu Jateng untuk memperlancar aliran air menuju Pompa Sipucung
Menko Pangan Zulkifli Hasan menargetkan penataan ulang Program Makan Bergizi Gratis selesai dalam satu bulan. Pemerintah akan membenahi dapur, penerima manfaat