Pilkades DIY: Bantul Kucurkan Rp127 Juta

Ilustrasi. - Freepik
10 Desember 2020 07:47 WIB Jumali Bantul Share :

Harianjogja.com, BANTUL--Pemkab Bantul memastikan mengucurkan anggaran Rp127 juta untuk penerapan protokol kesehatan pada Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak 27 Desember mendatang.

“Jika kurang, bisa dialokasikan melalui APBDes masing-masing desa,” kata Sekda Bantul Helmi Jamharis, Rabu (9/12/2020).

Menurut Helmi, penerapan protokol kesehatan menjadi hal yang wajib dalam pelaksanaan Pilkades 2020. Ini dilakukan sebagai antisipasi peningkatan dan mencegah penularan Covid-19.

BACA JUGA : Pemkab Bantul Tak Pakai E-Voting saat Pilkades Serentak

Lebih lanjut Helmi menyatakan, saat ini tahapan Pilkades tetap berjalan sesuai dengan penjadwalan awal. Di mana, masa kampanye masing-masing calon dilakukan pada 23 Desember.

“Sedangkan untuk masa tenang pada 24 hingga 26 Desember. Semua sudah kami sosialisasikan dan siap dilakukan di tingkat desa,” lanjut Helmi.

Sementara, Kepala Bagian Administrasi Pemerintahan Desa, Sekretariat Daerah Bantul, Kurniantoro mengatakan, tidak akan menggunakan sistem e-voting pada serentak.

Selain memakan biaya yang cukup besar, kendala sumber daya manusia (SDM) dan kesiapan masyarakat untuk menggunakan sistem e-voting juga menjadi kendala.

BACA JUGA : Pilkades Serentak Bantul Kemungkinan Digelar September

Alhasil Pilkades serentak tetap akan mengandalkan sistem tatap muka dan konvensional, dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat.

“Salah satunya kami siapkan APD dan rapid test bagi 3.906 petugas pemungutan suara di 558 tempat pemungutan suara yang disiapkan,” terangnya.

Selain itu, Toro mengungkapkan, pihaknya tidak hanya memfasilitasi sarung tangan pada saat pemungutan suara, namun memaksimalkan petugas pemugutan suara dan aparat keamanan untuk menjaga dan menerapkan jaga jarak.

“Jaga jarak akan benar-benar kami atur. Memakai masker, dan wajib mencuci tangan saat pemilihan,” ungkapnya.