Pasien Covid-19 di Kulonprogo Bertambah 21 Kasus dalam Sehari

Ilustrasi. - Freepik
10 Desember 2020 20:07 WIB Newswire Kulonprogo Share :

Harianjogja.com, KULONPROGO--Pasien terkonfirmasi CovidI-19 di Kabupaten Kulonprogo, Daerah Istimewa Yogyakarta, dalam waktu 24 jam terakhir bertambah 21 kasus baru, sehingga total kasus di wilayah ini menjadi 620 kasus.

"Hari ini (Kamis,10/12/2020) ada penambahan 21 kasus baru yang disebabkan klaster keluarga, dan pelaku perjalanan," kata Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kulon Progo Baning Rahayujati di Kulonprogo, Kamis.

Ia mengatakan 21 kasus baru tersebut, yakni KP-600 warga Wates, KP-601 warga Sentolo namun riwakat kontak dalam penelusuran, KP-602 warga Panjatan memiliki kontak KP-565, KP-603 warga Panjatan meliki kontak KP-565, KP-604 warga Panjatan memiliki kontak KP-565, KP-605 warga Nanggulan, KP-606 warga Nanggulan, KP-607 warga Wates memiliki kontak KP-516.

Kemudian klaster keluarga di Galur ada 12 yang memiliki riwayat kontak dengan KP-559, yakni KP-608 hingga KP-78, dan KP-620 warga Lendah merupakan pelaku perjalanan Cilacap (Jawa Tengah).

"Pasien dari Kecamatan Panjatan semua diisolasi di Rumah Singgah Teratai, sedangkan klaster keluarga dari Galur semua melakukan isolasi mandiri, begitu juga pasien lainnya melakukan isolasi mandiri," katanya.

Baning mengatakan hari ini, ada juga sembilan pasien terkonfirmasi Covid-19 yang sembuh, yakni KP-405 warga Nanggulan, KP-469 warga Lendah, KP-488 warga Kokap, KP-489 warga Kokap, KP-490 warga Kokap, KP-506 warga Sentolo, KP-563 warga Galur, KP-567 warga Wates, KP-570 warga Samigaluh.

"Hari ini ada juga dua pasien probable yang meninggal dunia, yakni perempuan warga Galur, perempuan warga Samigaluh," katanya.

Sementara itu, Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kulonprogo Fajar Gegana mengatakan tingginya kasus penambahan COVID-19 di Kulon Progo disebabkan klaster keluarga dan pelaku perjalanan, serta adanya klaster Disdukcapil.

"Pada awal pandemi, tidak ada warga perantuan yang mudik ke Kulon Progo, tapi saat ini banyak warga Kulon Progo yang pulang kampung. Hal ini bisa dilihat dari grafik tingginya angka pasien terkonfirmasi Covid-19 yang disebabkan oleh pelaku perjalanan, selain klaster Disdukcapil dan klaster keluarga," katanya.

Sumber : Antara