3.100 Pelanggan PDAM Sleman Terdampak Rusaknya Pompa SPAM Kartamantul

Ilustrasi. - Reuters
14 Desember 2020 16:37 WIB Abdul Hamied Razak Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN- Kerusakan tiga pompa intake produksi instalasi milik Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Regional Kartamantul DIY berdampak pada 3.100 pelanggan PDAM di Sleman. Pasalnya, kerusakan pompa di fasilitas tersebut menyebabkan terhentinya aliran air kepada pelanggan.

Direktur PUDAM Tirta Sembada Dwi Nurwata mengatakan kerusakan tiga pompa di SPAM Regional tersebut baru diberitahu pada Kamis (10/12/2020). Kondisi tersebut menyebabkan layanan air bersih bagi sebagian pelanggan PUDAM terdampak. Selain itu, biaya operasional yang dikeluarkan PUDAM mengalami kenaikan hingga 15% untuk mencari alternatif pendistribusian air pengganti.

Kenaikan biaya operasional tersebut, kata Dwi, terjadi karena PUDAM harus menyiapkan bahan kimia tambahan, biaya tambahan beban listrik dan sebagainya. "Ada 3.100 pelanggan yang terdampak akibat kerusakan pompa tersebut. Selain sebagian di Gamping, ada juga di Godean dan Minggir. Semuanya di wilayah Barat. Sampai saat ini belum normal produksi," katanya, Senin (14/12/2020).

Dijelaskan Dwi, sejak terganggunya supplay air dari SPAM Regional tersebut pihaknya mengaku banyak menerima komplain dari pelanggan. Komplain yang dilayangkan tersebut, katanya, sah karena pelanggan tersebut merupakan pelanggan PUDAM meskipun kerusakan infrastruktur terjadi di SPAM Regional. "Cuma pelanggan tahunya kan air PUDAM. Jadi kami kelabakan juga pas awal ada informasi (kerusakan pompa) itu. Akhirnya kami cari alternatif agar aliran air ke pelanggan tidak terganggu," katanya.

Kebutuhan air bersih bagi 3.100 pelanggan PUDAM, pihaknya pun mengaktifkan sumber air di Batukan, Gamping. Selain itu, PUDAM juga melakukan perubahan koneksi jaringan pada bak penampung agar pelanggan terdampak bisa teraliri air bersih. Walaupun tekanan air yang dikirim tidak sekuat saat dari SPAM Regional Kartamantul. Begitu juga kontinyuitas air yang diberikan tidak sebanyak saat dari SPAM Regional.

Dwi belum bisa mematikan kapan aliran air bisa kembali normal. Hal itu tergantung dari perbaikan tiga pompa di SPAM Regional Kartamantul. Padahal dari pihak pengelola SPAM Kartamantul sampai saat ini belum bisa menentukan kapan perbaikan selesai dilakukan. "Di Batukan Gamping, produksi air sekitar 10 liter perdetik atau jauh dari supplay air bersih dari SPAM Regional sebanyak 30 liter per detik," katanya.

Kepala Balai Pengelolaan Infrastruktur Air Limbah dan Air Minum Perkotaan DPUP ESDM DIY Rosdiana Puji Lestari melalui surat edarannya menyebutkan adanya kerusakan pompa produksi di intake akibat terbakar. Pihaknya sudah berkoordinasi dengan pihak ketiga (vendor) terkait kerusakan tersebut. Pihak balai memperkirakan kerusakan tersebut dapat ditangani paling cepat tujuh hari sejak terbakar.

"Akibat kerusakan ini, distribusi air dari SPAM Regional Kartamantul baik ke PUDAM Bantul maupun Sleman serta PDAM Jogja dihentikan lebih dulu hingga batas waktu yang belum dapat ditentukan," kata Rosdiana.