CCTV dan Panel Surya di Puncak Merapi Rusak, Perbaikan Tunggu Aktivitas Normal

Gunung Merapi difoto dari kawasan Kinahrejo, Cangkringan, Sleman, DIY, Rabu (18/11/2020). - ANTARA FOTO/Andreas Fitri Atmoko
15 Desember 2020 08:17 WIB Hafit Yudi Suprobo Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN-- Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) menyatakan jika kamera CCTV yang berfungsi sebagai pemantau aktivitas vulkanik Gunung Merapi yang berada di puncak berada dalam kondisi rusak. Terlebih, pemantauan melalui kamera CCTV dinilai oleh BPPTKG tidak terlalu optimal.

Kepala BPPTKG Hanik Humaida mengatakan jika rusaknya kamera CCTV yang dimiliki oleh BPPTKG dan berlokasi di sekitar kawasan puncak Gunung Merapi sudah terjadi sejak lama. Lontaran material Gunung Merapi yang menjadi penyebab utama kerusakan kamera.

"Sehingga pantauan kondisi puncak Merapi tak bisa rutin harian. Tak hanya kamera, lontaran material juga merusak panel tenaga surya. Kamera CCTV rusak karena erupsi beberapa waktu lalu. Lokasinya memang cukup dekat dengan kawah sehingga potensi terkena lontaran material Gunung Merapi cukup tinggi," ujar Hanik pada Senin (14/12/2020).

Baca juga: Bunderan UGM-GSP Lurus ke Gunung Merapi, Apakah UGM Masuk Sumbu Filosofis Yogyakarta?

Perbaikan kamera CCTV sendiri tidak bisa dilakukan dalam waktu dekat. Pasalnya, aktivitas vulkanik yang masih tinggi menyebabkan perbaikan tidak bisa dilakukan. Selain riskan akan kembali rusak, faktor keselamatan juga menjadi musabab BPPTKG tidak segera melakukan perbaikan kamera.

"Tidak terlalu urgen untuk segera dipasang kembali. Kalau pasang (CCTV) lagi, sangat riskan karena aktivitas vulkanik Gunung Merapi masih fluktuatif. Mungkin setelah erupsi akan baru pasang lagi," ungkap Hanik.

Sementara itu, pemasangan kamera CCTV baru sendiri akan dilakukan jika aktivitas vulkanik Gunung Merapi sudah mengalami penurunan yang signifikan. Pemasangan kamera pemantau sendiri ditargetkan pasca erupsi baru dari Gunung Merapi.

Baca juga: Longsor Timpa 2 Rumah di Piyungan

"Tepatnya, menunggu perkembangan kegiatan vulkanik terbaru Gunung Merapi," imbuhnya.

Disinggung mengenai metode pengamatan Gunung Merapi, Hanik menyampaikan jika BPPTKG sendiri melakukan pemantauan Merapi dengan menggunakan pesawat tak berawak atau drone.

"Selain itu, kami melakukan pengamatan melalui citra pengamatan satelit. Ditambah masih ada CCTV milik PGM yang mengelilingi Merapi. Data ini sudah cukup memantau secara aktual. Pemantauan dengan drone dan satelit sudah cukup melihat kondisi morfologi Merapi," pungkasnya.