Raffi Ahmad Minta Maaf Usai Hadiri Acara Sumpah Pemuda Polda Metro
Raffi Ahmad meminta maaf setelah menghadiri acara Sumpah Pemuda Polda Metro Jaya yang menuai sorotan dan menjadi perbincangan warganet.
Direktur IVAA Lisistrata Lusandiana (keempat dari kanan) beserta penyelenggara lain sedang memberikan keterangan terkait acara Festival Arsip IVAA Ephemera pada konferensi pers yang berlangsung di Ruang Publik Kampung Dipowinatan pada Senin (14/12/2020).-Harian Jogja/Sirojul Khafid
Harianjogja.com, JOGJA—Indonesian Visual Art Archive (IVAA) bersama warga kampung Dipowinatan menggelar Festival Arsip pada 16-22 Desember 2020 di Balai Pelestarian Nilai Budaya DIY. Pada festival ini, akan ada beberapa arsip kampung Dipowinatan yang dipamerkan.
Direktur IVAA Lisistrata Lusandiana memaparkan pengangkatan arsip kampung Dipowinatan lantaran terdapat sumber-sumber pengetahuan yang telah berlangsung selama bertahun-tahun.
“Kampung Dipowinatan merupakan situs kreatif yang nilainya bisa diaktualisasi sampai hari ini. Mempunyai nilai sejarah konkret,” kata Lisistrata dalam konferensi pers di Ruang Publik Kampung Dipowinatan, Senin (14/12/2020).
Kampung Dipowinatan memiliki beberapa aset budaya seperti makam pahlawan, tempat Kongres Perempuan pertama kali diadakan, kesenian tradisional, budayawan, dan lainnya. Adapula pameran arsip berupa buku atau puisi dari sastrawan Iman Budhi Santosa yang meninggal pada 10 Desember 2020 lalu.
Penemuan aset budaya ini juga baru IVAA sadari saat menggelar riset di kampung yang menjadi tempat kantornya berada. Mereka telah berkantor di Dipowinatan selama sembilan tahun namun belum pernah mengadakan acara bersama.
“Selama ini IVAA jauh-jauh belajar dari luar tentang seni rupa atau masyarakat global, entah ke luar negeri atau ke laur kota. Padahal dari sekitar kami ada potensi pengetahuan yang telah hidup bertahun-tahun,” kata Lisistrata.
Lisistrata berharap acara ini bisa menjadi penghubung antara generasi muda dan tua dalam memaknai ingatan dan pengetahuan. Setiap generasi memiliki cara sendiri untuk menyuarakan aspirasi dan pendapat sosialnya. “Membuat arsip tidak lagi terlihat tua dan berdebu, namun bagian dari kita,” kata Lisistrata.
Untuk tema Ephemera, ada dua makna secara bahasa dan metafora. Secara bahasa bahwa Dipowinatan sebagai kerangka untuk menyusun pengetahuan. Secara metafora, Dipowinatan merupakan situs pengetahuan kreatif yang tertekan oleh mobilitas kota.
Menurut Kurator Pameran Arsip Ephemera, Pang Warman, pameran ini juga sebagai usaha untuk menggali sejarah dari bawah, dengan partisipasi dari warga dan publik lainnya. “Bukan pameran yang berada di ruang remang-remang dan berdebu. [Pameran] ini kami coba untuk menyapa pengunjungnya. Ini sebuah festival. Ini bukan hasil akhir, namun sebagai awal untuk menggali lagi sejarah [Dipowinatan],” kata Pang Warman.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Raffi Ahmad meminta maaf setelah menghadiri acara Sumpah Pemuda Polda Metro Jaya yang menuai sorotan dan menjadi perbincangan warganet.
STNK bisa diblokir jika pemilik kendaraan mengabaikan konfirmasi tilang ETLE atau tidak membayar denda. Simak cara cek pelanggaran dan membuka blokir.
Sembilan pertandingan Liga Champions 2026-2027 digelar Rabu dini hari, 4 November. Simak jadwal Barcelona vs Aston Villa dan MU vs AS Roma.
Google menyiapkan Googlebook dengan keyboard yang bisa dilepas. Simak perbedaannya dari laptop convertible dan hal yang perlu ditunggu pengguna Indonesia.
FIFPRO mengumumkan 26 nominasi Men's World 11 2026. Lionel Messi, Cristiano Ronaldo, Harry Kane, dan Lamine Yamal masuk daftar.
Sejumlah fitur bawaan iPhone dapat menguras baterai meski perangkat tidak digunakan. Simak tujuh penyebab dan cara menghemat dayanya.