Ambulans RS Jogja Ditambah

Wali Kota Jogja, Haryadi Suyuti menjajal mobil ambulans pemberian dari BPD DIY di halaman Balai Kota pada Rabu (16/12/2020). - Harian Jogja/Catur Dwi Janati
17 Desember 2020 07:07 WIB Catur Dwi Janati Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA- Fasilitas kesehatan Kota Jogja kembali tambah armada ambulans. Satu ambulans bantuan dari BPD DIY menambah armada angkut pasien di RS Jogja.

Wali Kota Jogja, Haryadi Suyuti menuturkan jika bantuan satu mobil ambulans yang diberikan, merupakan salah satu hal yang sangat dibutuhkan Pemerintah Kota Jogja, khususnya rumah sakit. "Ambulans itu penting, kami Pemkot Jogja akan berusaha maksimal memperbanyak ambulans untuk menjemput pasien apabila ada emergency yang terjadi baik di rumah di jalan atau di mana pun. Sehingga nanti di lengkapi nomor telp emergency," tuturnya pada Rabu (16/12/2020) di halaman Balai Kota Jogja.

Ditambahkan Haryadi, ambulans menjadi sarana yang penting karena nanti bila terjadi suatu hal yang emergency bisa segera diatasi dengan ambulans bukan kendaraan yang bukan semestinya. Menurutnya perilaku warga terhadap korban kecelakaan perlu diubah, misalnya jangan memindahkan korban apalagi diangkat ke mobil pick up atau mobil selain ambulans.

Baca juga: BPJS Kesehatan Cabang Yogyakarta Serahkan 49 SKK ke Kejaksaan

"Kalau dari awal sudah dibiasakan telepon ke ambulans yang datang bukan cuma ambulansnya tetapi petugas medis pertolongan pertama pada kecelakaan. Kenapa itu penting, karena kecelakaan kalau orang-orang yang sudah teredukasi tidak berani memegang korban, sehingga semakin kecil orang yang meninggal dalam perjalanan dan itu dibawa kendaraan non-authorized berbeda dengan ambulans yang authorized," tuturnya.

Haryadi berpesan kepada masyarakat agar menghubungi PSC 119 YES jika ada kegawatdaruratan yang membutuhkan ambulans agar ditangani dengan petugas yang ahli. "Sehingga kita perbanyak ambulans karena untuk mengurangi orang bawa dari jalan kampung dari rumah ke rumah sakit agar tidak meninggal dalam perjalanan," jelasnya.

Saat ini ambulans pengangkut pasien di Kota Jogja telah tersedia di masing-masing puskesmas, rumah sakit dan PSC 119 YES. "Jadi pengadaan kita terus support, tapi untuk mobil jenazah urusan Pemkot Jogja, kalau CSR kami dorong untuk memberikan mobil ambulans. Saya pengen kaya mobil ambulans kita beli, pemanfaatnya tidak terlalu tinggi artinya masyarakat sehat. Tapi harus posisi standby, Dinkes dan rumah sakit selalu mengecek keadaan ambulans harus siap digunakan anytime, karena masyarakat membutuhkan pelayanan atau respon yang cepat," pungkasnya.

Direktur Utama BPD DIY, Santoso Rohmad menuturkan jika bantuan yang disalurkan merupakan komitmen BPD DIY untuk berpartisipasi dalam pelayanan kepada masyarakat khususnya di bidang kesehatan. Harapannya ambulans yang diberikan dapat beroperasi membantu warga yang dalam keadaan darurat. "Bentuk tanggung jawab tersebut ditunjukkan melalui program CSR dengan menyerahkan satu unit mobil ambulans," tuturnya.

Baca juga: Kucing Punya Kemampuan Pulih dari Virus Corona Lebih Cepat daripada Manusia

Direktur RS Jogja, Ariyudi Yunita pasien, menyebutkan bantuan mobil ambulans dapat membantu pelayanan kepada masyarakat. RS Jogja memang sudah memiliki lima mobil ambulans sebelumnya, hanya saja beberapa yang lama sering rusak dan mengalami perbaikan. Menurutnya, ambulans yang diberikan telah memenuhi kriteria.

"Sudah memenuhi kriteria, tapi kami kan ada ambulans khusus mini ICU, untuk tamu negara dan pejabat kami harus ada standar yang mini ICU kami sudah punya. Nah ini untuk membantu yang bukan mini icu, jadi misalnya hanya untuk pasien-pasien. Jadi kalau ini memang cukup untuk pelayanan ke masyarakat kegawatdaruratan yang tidak butuh mini ICU," ujarnya.