193 Karya Seniman Difabel Dipamerkan, Ada Prangko Khusus
Sebanyak 193 karya dari 131 seniman difabel dipamerkan dalam Suluh Sumurup Art Festival 2026 di Galeri Taman Budaya Yogyakarta (TBY).
Ilustrasi./Freepik
Harianjogja.com, BANTUL--Balai Besar Teknik Kesehatan Lingkungan dan Pengendalian Penyakit (BBTKLPP) meminta pemerintah kabupaten dan kota di DIY dan Jawa Tengah untuk patuh terhadap Pedoman Pencegahan dan Pengendalian Coronavirus Disease (Covid-19) revisi V yang dikeluarkan Menteri Kesehatan RI. Dalam pedoman tersebut kontak erat yang harus dites swab adalah yang bergejala, sementara yang tidak bergejala cukup karantina 14 hari dan tidak perlu swab, kecuali tenaga kesehatan.
“Persoalannya sekarang adalah kabupaten dan kota tidak patuhi pedoman revisi lima [Pedoman Pencegahan dan Pengendalian Covid-19],” kata Kepala BBTKLPP Bantul, Irene, saat dihubungi Kamis (17/12/2020).
BACA JUGA : Tarif Tes Swab Rp797.000 Mahal? Ini Perbandingan dengan
Irene mengatakan dalam pedoman revisi V sudah dijelaskan bahwa kontak erat yang bergejala yang dites swab, tidak semua kontak erat dites swab. Jika semua kontak erat dites swab, kata dia, akibatnya spesimen atau sampel akan menumpuk.
“Kalau sehari sampel masuk dua ribuan sementara kapasitas kami seribu maka otomatis terundur [pemeriksaannya],” ucap Irene.
“Bayangkan kapasitas kita seribu sampel, yang masuk dua ribu berarti yang seribu numpuk hari berikutnya, besok masuk dua ribu tertunda lagi,” tegas Irene.
Menurut dia sejauh ini BBTKLPP masih mampu memeriksa seribu sampel per hari sehingga tidak perlu ada penambahan alat ataupun penambahan sumber daya pemeriksa sampel. Sampel yang masuk bukan hanya dari wilayah DIY namun beberapa wilayah di Jawa Tengah.
BACA JUGA : Swab Covid-19 Hanya 15 Menit dengan Metode Baru, Cek
Yang penting, kata dia, pemerintah kabupaten dan kota saat ini patuh terhadap Pedoman Pencegahan dan Pengendalian Covid-19 hasil revisi V. Disinggung soal pengadaan mobil PCR yang sudah dilakukan di Bantul, Irene menyatakan kapasitas mobil PCR tidak seberapa dibanding jumlah sampel yang diperiksa.
Dia mencontohkan sampel dari Bantul sempat masuk dalam sehari 800an sampel, padahal sudah memiliki mobil tes PCR. Namun demikian pihaknya tidak mempersoalkan jika kabupaten dan kota ingin mengadakan uji sampel swab mandiri.
“Silahkan mereka melakukan pengadaan tapi kapasitasnya enggak terlalu banyak. Bantul saja sehari masuk ke kita 800 sampel, lebih banyak ke BBTKLPP [daripada ke mobil PCR,” ucap Irene.
Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Bantul, Sri Wahyu Joko Santoso, mengatakan, pihaknya sudah mendapat arahan dari Pemerintah Pusat terkait revisi V Pedoman Pencegahan dan Penanggulangan Covid-19.
“Kemarin Dinas Kesehatan DIY akan mengeluarkan surat edaran terkait hal tersebut. Kami kabupaten wajib mematuhi,” kata Sri Wahyu.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sebanyak 193 karya dari 131 seniman difabel dipamerkan dalam Suluh Sumurup Art Festival 2026 di Galeri Taman Budaya Yogyakarta (TBY).
Jerman, Kanada, Australia, Selandia Baru, UEA, Belanda, dan Spanyol menawarkan jalur kerja bagi warga asing. Cek persyaratan visa sebelum mendaftar.
Apple memasukkan MacBook 12 inci 2017, iPad generasi keenam, dan BeatsX ke daftar obsolete. Simak dampaknya bagi pengguna dan layanan servis.
Java United unggul 1-0 atas Bali United pada babak pertama pekan kelima Super League 2026/2027. Gol Riyan Ardiansyah tercipta menit ke-14.
Persijap Jepara tertinggal 0-1 dari Isenmulang Kalteng FC pada babak pertama. Gol Modou Manneh tercipta pada menit ke-21.
PSS Sleman menyiapkan diri menghadapi Persebaya di GBT setelah menang 3-0 atas PSM. Kondisi cedera Moussa Bagayoko masih dipantau.