Kenaikan Harga Kebutuhan Pokok di Gunungkidul Dinilai Masih Wajar

Suasana Pasar Argosari, Wonosari, Jumat (18/12). Harian Jogja - Herlambang Jati Kusumo
18 Desember 2020 16:47 WIB Herlambang Jati Kusumo Gunungkidul Share :

Harianjogja.com, JOGJA—Kenaikan harga kebutuhan pokok di Gunungkidul jelang libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) dinilai masih wajar.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Gunungkidul, Johan Eko Sudarto menuturkan bahwa kenaikan harga di sejumlah bahan pokok yang terjadi saat ini masih tergolong wajar seperti tahun-tahun sebelumnya.

“Karena permintaan pasar bertambah entah untuk hajatan atau liburan. Juga karena ini belum masuk masa panen tapi kebutuhan pasar tinggi, jadi wajar saja. Kenaikannya pun tidak signifikan rata-rata hanya sebesar 5%" ucap Johan Jumat, (18/12).

BACA JUGA : Jelang Nataru, Harga Kebutuhan Pokok di Bantul Mulai Naik

Dia mengatakan bahwa ketersediaan pasokan bahan pokok hingga selesai masa libur nanti memadai. Pihaknya akan terus melakukan pemantauan bersama dengan dinas terkait untuk mencukupkan jumlah pasokan.

Pihaknya menghimbau kepada masyarakat untuk tidak membeli secara berlebihan, sehingga untuk proyeksinya nanti hingga awal 2021 akan aman. Namun, tidak dipungkirinya juga beberapa bahan pokok yang mengalami kenaikan antara lain berbagai jenis cabai yakni cabai merah biasa, cabai merah keriting, cabai rawit merah, selain juga tomat merah, kol, dan kubis.

Salah seorang penjual bahan pokok di Pasar induk Argosari, Eno mengatakan bahwa harga cabai merangkak naik. Cabai merah keriting kini mencapai Rp50.000 per kilo, cabai keriting hijau Rp25.000, cabai rawit merah Rp40.000, Kobis Rp9.000, Tomat Rp18.000.

BACA JUGA : Harga Sejumlah Kebutuhan Pokok di Jogja Naik

Kenaikan harga yang terjadi tersebut diduga akibat banyaknya permintaan sedangkan pengadaan barang terbatas. “Kemarin Cabai masih Rp45.000, sekarang sudah sampai Rp50.000, karena musim hujan jadi petani panennya tidak maksimal, tidak seimbang sama permintaan pasar,” ucapnya.