Di Tengah Pendemi, Perayaan Dies Natalis Ke-65 USD Diwarnai Banyak Capaian

Penganugerahaan kepada pegawai USD yang telah mengabdi selama 25 tahun. - Tangkapan layar Youtube USD
19 Desember 2020 00:17 WIB Hery Setiawan (ST18) Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN–Universitas Sanata Dharma (USD]) merayarakan acara puncak Dies Natalis ke–65 pada Jumat (18/12/2020). Pada perayaan ini, USD mengambil tema Pandemi dan Pendidikan Tinggi Masa Depan.

Rektor USD Johanes Eka Priyatma mengatakan, pandemi Covid – 19 menjadi tantangan yang berat bagi dunia pendidikan. Layanan dan tugas universitas sebagai institusi pendidikan harus tetap berlangsung tanpa harus menghadirkan risiko kesehatan serta keselamatan. Mahasiswa harus tetap belajar dengan optimal di tengah berbagai keterbatasan akses sumber pengetahuan.

“Tidak ada pilihan lain kecuali interaksi dan proses belajar harus dimediasi dengan teknologi digital,” ujarnya saat menyampaikan Laporan Tahunan Rektor USD di Auditorium Driyarkara.

Beruntung, USD, kata dia terbilang sudah sangat siap menyambut dinamika dunia pendidikan yang benar-benar baru. Proses belajar jarak jauh dapat berlangsung dengan baik dengan dukungan infrastruktur teknologi informasi dan komunikasi kampus yang sudah memadai.

Pandemi Covid – 19, lanjutnya juga tak lantas mengendorkan semangat USD menorehkan sejumlah prestasi. Tercatat, di tengah pandemi Covid – 29, dua orang dosen USD berhasil mengkuhkan diri sebagai guru besar. Disusul kemudian, terdapat 14 dosen yang berhasil merengkuh gelar doktor.

Kalangan mahasiswa pun tak mau kalah. Tercatat, pada masa pandemi Covid – 19, 13 prestasi internasional dan 14 prestasi tingkat nasional di berbagai bidang sukses direbut oleh mahasiswa USD. Satu di antara mahasiswa tersebut, bahkan jadi salah satu penerima penghargaan pada puncak perayaan Dies Natalis USD yang ke – 65.

Dari segi kelembagaan, USD juga mencatat beberapa capaian. Di tengah situasi pengendalian pandemi Covid – 19, USD berhasil membuka Fakultas Vokasi dan Program Profesi Insinyur. Sejumlah dana hibab juga diberikan kepada USD. Salah satunya adalah Program Organisasi Penggerak [POP] dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan [Kemendikbud] sebesar Rp40 miliar.

“Tahun 2021 menjadi tahun yang sangat penting karena merupakan tahun transformasi tata kehidupan kampus pasca pandemi dan transisi kepemimpinan universitas,” ujarnya. Masa krisis pandemi, kata dia harus dihadapi dengan perasaan gembira dan optimis. Upaya penanganan masalah kesehatan mesti sejalan dengan semangat menyambut era perubahan.

Dalam kesempatan sama, USD juga turut memberikan penghargaan kepada 20 dosen dan 26 tenaga kependidikan yang telah mengabdi selama 25 tahun. Kehadiran mereka memainkan andil besar dalam membawa USD mencapai titik seperti sekarang.