Hari ini, Warga Sleman di 49 Kalurahan Pilih Lurah Pakai E-Voting

Sejumlah warga dengan protokol kesehatan melakukan pencoblosan pemilihan Lurah secara e voting di TPS 35, Pedukuhan Blotan, Desa Wedomartani, Kapanewon Ngemplak, Sleman, Minggu (20/12)/2020). Sebanyak 49 Desa di wilayah Kabupaten Sleman melakukan Pemilihan Kepala Desa secara E Voting yang dilakukan dengan protokol kesehatan masa pandemi Covid 19. - Harian Jogja/Gigih M Hanafi
20 Desember 2020 12:37 WIB Abdul Hamied Razak Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN- Ratusan ribu warga Sleman di 49 kalurahan mengikuti pemilihan lurah serentak secara e-voting, Minggu (20/12/2020). Selain menerapkan protokol kesehatan, penerapan e-voting juga merupakan bentuk pemilihan yang cerdas, cepat dan akurat. 

Dari pantauan Harian Jogja, warga antusias mengikuti Pilur di sejumlah kalurahan. Di Tamanmartani dan Purwomartani, Kalasan, warga mendatangi TPS di masing-masing padukuhan untuk menentukan pilihan. Warga mendatangi TPS sesuai jam yang sudah ditentukan. "Tadi sudah nunul layar [pilih lurah]. Cepat dan nggak ribet seperti waktu pakai [coblosan] paku," kata Sunarya, warga Tamanmartani.

Hal senada disampaikan warga Purwomartani, Widya. Menurutnya, pemilihan lurah dengan layar sentuh di layar monitor tak ubahnya saat menyentuh layar Ponsel. "Ya nggak susah, sudah biasa mencet layar Ponsel. Pilihan [lurah] juga sudah sesuai dengan keinginan saya," katanya. 

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kalurahan (DPMK) Sleman Budiharjo memastikan Pilur yang digelar berjalan sesuai Prokes. Dinas telah menyalurkan alat pelindung diri (APD) ke 1.102 TPS di 49 kalurahan. Masing-masing TPS disediakan thermo gun untuk pengecekan suhu di TPS. Pemilih yang datang juga diwajibkan memakai masker. Adapun jumlah pemilih pada Pilur tahun ini sebanyak 444.841 pemilih sementara jumlah seluruh calon lurah sebanyak 157 calon.

Selain kelengkapan APD, peralatan untuk e-voting juga sudah disalurkan. Logistik berupa 1.102 set komputer sudah didistribusikan ke masing-masing TPS. Sabtu (19/12), Dinas akan menggelar simulasi terkahir sebelum pelaksanaan Pilur, Minggu (20/12). Ini dilakukan untuk menghindari kendala teknis saat pemilihan.

"Seluruh peralatan dan petugas tekhnis sudah tersertifikasi. Peralatan yang digunakan sudah sesuai dan tidak ada kerusakan, tim teknis lapangan juga sudah siap," katanya.