Ada FKY 2026 dan Festival Literasi, Ini Agenda Jogja 14 September
Agenda Jogja Senin 14 September 2026 diramaikan FKY Sleman Day, Festival Literasi, hingga cek kesehatan gratis.
Ilustrasi/Freepik
Harianjogja.com, BANTUL—Pemilihan kepala desa (pilkades) serentak di Bantul akan digelar pada 27 Desember mendatang. Praktik black campaign mulai terlihat jelang pelaksanaan pilkades serentak. Salah satunya di Desa Srigading, Kapanewon Sanden.
Salah satu warga Srigading, Mugari, mengatakan beberapa hari terakhir merasa resah, karena adanya spanduk black campaign dan provokatif yang terpasang di lima titik di desanya.
BACA JUGA: Mengejutkan, Hampir Separuh Petahana Tumbang di Pilkades Sleman
Spanduk itu bertuliskan “Rasah Ganti Lurah, Ndak Tahlil Yassinan Digusah,” yang artinya tidak perlu ganti kepala desa karena nanti kegiatan tahlil dan yasinan bisa-bisa dilarang.
“Saya tidak tahu siapa yang memasang. Tapi yang jelas sudah mengarah ke black campaign dan SARA,” katanya, Senin (21/12/2020).
Mugari menyatakan telah melaporkan adanya spanduk tersebut ke petugas dari kepolisian setempat. Bahkan, dirinya telah mengirimkan gambar keberadaan spanduk tersebut kepada petugas, agar segera ditangani.
“Saat ini sudah saya laporkan. Saya berharap ada tindak lanjut,” lanjutnya.
BACA JUGA: Gegara Virus Baru, Arab Saudi Tutup Semua Penerbangan Internasional
Kepala Bagian Administrasi Pemerintahan Desa, Sekretariat Daerah Bantul, Kurniantoro mengatakan, persoalan black campaign dan mengarah ke SARA bisa diselesaikan oleh panitia pemilihan di tingkat desa.
Sebab, selain menjadi panitia pemilihan, mereka bertugas untuk melakukan pengawasan serta penyelesaian terkait dengan kampanye dan tahapan pemilihan di pilkades serentak.
“Jika sudah mengarah ke pidana silakan lapor ke kepolisian. Untuk pelanggaran semacam black campaign, silakan laporkan ke panitia. Mereka kan tugasnya juga sebagai pengawas,” ucap Kurniantoro.
BACA JUGA: Frontal saat Berseteru dengan Rizieq, Nikita Mirzani Hanya Takut Sama Sosok Ini
Bupati Bantul Suharsono meminta kepada semua pihak, terutama calon yang maju pada pilkades serentak pada 27 Desember mendatang siap menang dan siap kalah.
“Semua calon baik semua. Entah nanti siapa yang jadi, yang jelas jangan sombong. Yang kalah pun harus legawa. Toh semuanya, masih saudara kita,” kata Suharsono, Senin.
Suharsono menyatakan pilkades serentak yang digelar di 24 desa seharusnya menjadi momen untuk mencari pemimpin terbaik. Oleh karena itu, hendaknya pilkades ini mengedepankan keadilan, kejujuran dan transparansi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Agenda Jogja Senin 14 September 2026 diramaikan FKY Sleman Day, Festival Literasi, hingga cek kesehatan gratis.
Gempa M5,2 mengguncang tenggara Kabupaten Malang, Senin pagi. BMKG menyebut gempa berkedalaman 10 km dan tak berpotensi tsunami.
Jorge Martin gagal menang di MotoGP San Marino 2026 karena arm pump. Ia finis kelima dan pertimbangkan operasi setelah GP Austria.
Pro Ref mengakui VAR salah mengesahkan gol Haaland dalam kemenangan Man City atas MU 1-0 di Old Trafford.
Studi ungkap mobil listrik lebih rentan picu mabuk perjalanan. Simak penyebab dari pengereman regeneratif hingga layar besar dan cara mengatasinya.
FIFA mengizinkan Bergson dan Brad Tapp membela Malaysia. Status Manuel Hidalgo dan Shane Lowry masih menunggu keputusan.