Mengejutkan, Hampir Separuh Petahana Tumbang di Pilkades Sleman

Sejumlah warga dengan protokol kesehatan melakukan pencoblosan pemilihan Lurah secara e voting di TPS 35, Pedukuhan Blotan, Desa Wedomartani, Kapanewon Ngemplak, Sleman, Minggu (20/12)/2020). - Harian Jogja/Gigih M Hanafi
21 Desember 2020 11:27 WIB Abdul Hamied Razak Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN—Pelaksanaan pemilihan lurah (pilur) atau pemilihan kepala desa (pilkades) dengan metode e-voting di Sleman pada Minggu (20/12/2020) banyak menimbulkan kejutan. Hampir separuh calon lurah yang berstatus petahana (incumbent) bertumbangan.

Berdasarkan hasil rekapitulasi penghitungan suara yang digelar di 49 kalurahan (desa) dan 17 kapanewon (kecamatan), persaingan para calon untuk merebut hati masyarakat cukup ketat. Dari 45 mantan lurah yang kembali berebut kursi nomor satu di desanya, hampir separuhnya kalah.

BACA JUGA: Enam Pecahan Uang Rupiah Bakal Tak Laku Lagi, Tukar Paling Lambat 28 Desember 2020

Di Kapanewon Berbah, mantan Lurah Kalitirto Suparwoto harus mengakui kemenangan pesaingnya Arihadi. Arihadi mampu meraih 40,62% suara lebih unggul dibandingkan empat calon lainnya. Begitu juga dengan lurah baru di Tegaltrito Sarjono yang meraih 52,68% suara.

Di Kapanewon Cangkringan, dari empat kalurahan dua dimenangi oleh petahana. Suroto, mantan Lurah Glagaharjo meraup suara terbanyak 82,42%, dan Heri Suprapto mantan Lurah Kepuharjo meraih 62,13% suara mengalahkan anaknya, Amino Fajar Nugroho. Adapun lurah baru di Argomulyo adalah Danang Hendri yang meraih 78,54% dan di Wukirsari Handung Tri (50,67%).

Di Kapanewon Depok, mantan lurah Caturtunggal Agus Susanto (65,43%) unggul banyak dibandingkan empat pesaingnya. Raihan Agus merupakan terbanyak mencapai 12.363 sementara pesaing terdekatnya Muhammad Latif hanya meraih 4.364 suara.

Di Kapanewon Gamping, mantan Lurah Balecatur Sebrat Haryanti bersaing ketat dengan Andri Septiyanto. Andri mendapat suara terbanyak (46,74%) mengalahkan Sebrat yang meraih 40,51% suara. Adapun di Banyuraden Sudarisman, petahana masih mengungguli lawannya Wiwit Kurniawan.

BACA JUGA: Halte Sedekah, Tempat Warga Bantul Berbagi di Tengah Pandemi

Di Kapanewon Godean, kemenangan diperoleh dengan mudah oleh masing-masing incumbent. Di Sidoagung Udy Utomo (petahana) mengalahkan saudaranya, Titik Sikatni. Begitu juga Sidoluhur Hernawan Zudanto (petahana), Sidomoyo Haryadi (petahana), Sidomulyo Rustho Busono (petahana) juga menang mudah dengan para pesaingnya. Yang menarik, nama besar Ketua Paguyuban Dukuh Sleman Sukiman belum mampu mengalahkan mantan Lurah Sidorejo Isharyanto (petahana). Isharyanto meraih 63,17% sementara Sukiman (36,83%).

Di Kapanewon Kalasan, dua petahana yakni Semiono di Purwomartani dan  Gandang Harjanta di Tamanmartani masih mengungguli lawan-lawannya. Hanya incumbent Tirtomartani Danang Kristiawan yang kalah dari Indra Gunawan (baru).

Di Kapanewon Minggir, dewi fortuna tidak berpihak kepada para petahana. Mayoritas warga rupanya menginginkan perubahan. Di Sendangarum, Wiwik Retno Yulianti mampu mengalahkan petahana Suwita. Di Sendangmulyo, Budi Susanto juga mengalahkan mantan Lurah Sukapsir. Begitu juga di Sendangrejo, Herjanto mampu menumbangkan lurah lama Catur Tri Suwanti dan di Sendangsari incumbent Sayadi harus mengakui kemenangan Afan Nur Hisan.

Di Mlati, dua petahana Senen Haryanto (Sinduadi) dan Hadi Sunyoto (Sumberadi) menang.

BACA JUGA: Polisi Tetapkan 7 Simpatisan Rizieq Shihab Jadi Tersangka Aksi 1812

Begitu juga dua petahana di Moyudan Duldjiman (Sumberagung) dan Sigit Tri Susanto (Sumberrahayu). Adapun di Ngaglik hanya petahana Sindumartani Mijiyono yang kalah suara dari Anang Zamroni. Sisanya, baik petahana Edi Suroto (Minomartani), Sudarja (Sinduharjo) dan Hadi Subronto (Sukoharjo) menang.

Di Ngemplak, tiga petahana Erwanto (Umbulmartani), Teguh Budiyanto (Wedomartani) dan Heruyono (Wedodomartani) mampu mempertahankan kursinya.  Di Pakem, hanya petahana Heri Suasana (Purwobinangun) yang bertahan. Sementara, dua lurah baru yang meraih suara terbanyak masing-masing Amin Sarjito (Hargobinangun) dan  Fajar Akbar Kurniawan (Harjobinangun)

Dua petahana di Kapanewon Prambanan tumbang. Mantan Lurah Sambirejo Mujimin harus mengakui keunggulan pesaingnya Wahyu Nugroho. Begitu juga mantan Lurah Sumberharjo Lekta Manuri yang juga ketua salah satu paguyuban lurah dan perangkat desa di Sleman. Dia harus menyerahkan tampuk pimpinan lurah kepada Kurniawan Widiyanto.

BACA JUGA: Kedubes Jerman Benarkan Stafnya Datangi Markas FPI, Ini Klarifikasinya

Di Margoagung Seyegan, Djarwo Suharto menjadi lurah baru mengalahkan lurah lama Edi Yulianto. Hanya Sunaryo yang bertahan menjadi lurah di Margoluwih Sunaryo. Adapun di Kapanewon Sleman, kemunculan lurah baru hanya terjadi di Caturharjo Agus Sutanto. Sementara, Catur Sarjumiharta (petahana) dan Triharjo Irawan (petahana) tetep menjadi lurah. Bahkan Irawan memiliki persentase raihan tertinggi di Pilur tahun ini sebanyak 95,62%.

Di Kapanewon Tempel tiga mantan lurah tumbang. Pilkades Merdikorejo dimenangi oleh Agus Prasetya, sedangkan petahana Bambang Purasto kalah. Di Mororejo, Jaka Ristanta mengalahkan petahana Rony Nurdiyantoro dan di Pondokrejo Widayatma mengalahkan petahana Raharja. Hanya dua petahana yang mampu bertahan yakni di Sumberrejo Andjar Purwanto dan Tambakrejo Suhardono.

Di Kapanewon Turi petahana Lurah Dionokerto Waluyo Jati masih bertahan sementara di Girikerto Sudibya mampu mengalahkan lurah lama Sumarjanta. Dari 49 kalurahan yang menggelar pilkades, 21 desa akan diisi dengan lurah baru dan 28 desa lainnya masih dipimpin oleh petahana.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kalurahan Sleman Budiharjo mengatakan lurah terpilih akan ditetapkan oleh BPD masing-masing kalurahan.  "Harus ditetapkan oleh Badan Permusyawaratan Kalurahan," kata Budi.