Halte Sedekah, Tempat Warga Bantul Berbagi di Tengah Pandemi

Warga sedang mengambil sayuran dan nasi jadi yang disediakan di halte sedekah di Jalan Srandakan, Palbapang, Bantul, Minggu (20/12/2020). Halte sedekah tersebut diinisiasi oleh komunitas Katupa Dumai. - Harian Jogja/Ujang Hasanudin
21 Desember 2020 09:07 WIB Ujang Hasanudin Bantul Share :

Harianjogja.com, BANTUL-Halte merupakan tempat tunggu untuk menurunkan atau menaikkan penumpang dari kendaraan. Namun di Bantul ada halte tempat orang menyumbang dan mengambil sedekah dalam bentuk sayuran mentah, makanan jadi, dan pakaian layak pakai. Halte sedekah ini berada di Jalan Srandakan, tepatnya di depan Balai Desa Palbapang, Bantul.

Sudah hampir dua bulan halte sedekah menyediakan makanan jadi, sayuran mentah dan pakaian layak pakai. Halte sedekah tersebut diinisiasi oleh komunitas Katupa Dumai atau Kamu dan Aku Bersatu Padu Menuju Damai.

“Damai di dunia dan damai di akhirat,” kata Sujiyati Farid, 51, warga Kadirejo, Palbapang, Bantul, sekaligus sebagai pendiri Katupa Dumai.

Sujiyati mengatakan Katupa Dumai sudah berdiri sejak empat tahun lalu dan setiap bulan selalu menggelar bakti sosial dengan mendatangi warga kurang mampu dan panti asuhan. Namun selama masa pandemi Coronavirus Disease (Covid-19) ini, komunitas memperluas jangkaian bakti sosial dengan memberikan paket nasi jadi di jalan seperti kepada buruh gendong, tukang becak, tukang parkir, dan tukang ojek daring.

Baca juga: Masih Tinggi, Sehari DIY Tambah 210 Kasus Covid-19

Karena banyak orang yang ingin berpartisipasi memberikan sedekah, pihaknya berinisiatif memberikan tempat untuk bersedekah sekaligus memfasilitasi bagi orang yang ingin bersedekah. Maka muncullah halte sedekah. Halte sedekah tersebut bangunannya hampir menyerupai halte pada umumnya, namun isinya sayuran mentah, nasi jadi, dan pakaian layak pakai.

“Halte sedekah muncul ide begitu saja dari saya. Saya pikir ini sesuatu yang perlu dikembangkan bukan hanya menyediakan nasi gratis, tapi sayur dan pakaian layak pakai. Selain dari kami yang mengisi etalase, masyarakat juga boleh mengisinya. Jadi saling berbagi,” kata Sujiyati.

Setiap hari ada ratusan paket sayuran mentah dan nasi jadi. Namun khusus pakaian layak pakai disediakan setiap Jumat. Selama ini etalase nasi tidak hanya disisi komunitas namun ada juga warga lainnya yang mengisi. Dia berharap halte sedekah tersebut bisa menginspirasi masyarakat luas untuk membuat gerakan serupa sehingga semakin banyak orang yang terbantu.

Terlebih saat ini pandemi masih belum berakhir dan banyak masyarakat yang ekonominya terpuruk. Dia memastikan halte sedekah akan selalu terisi, karena anggota komunitas Katupa Dumai memiliki jadwal untuk mengisinya secara bergiliran.

“Setiap hari anggota kami jadwal untuk mengisi etalase,” kata Sujiyati. Selain mengisi etalase nasi gratis, anggota juga ada iuran khusus yang diperuntukan sedekah.

Anggota Katupa Dumai, Rohmaniyati Hidayah menambahkan suplai makanan juga datang dari donatur yang ingin menyisihkan sebagian hartanya untuk berbagi. Pihaknya mempersilahkan warga untuk mengisi etalase. “Tidak harus nasi dan lauk pauk serta sayuran, namun juga camilan, kue, dan pakaian juga bisa,” kata Rohmaniyati.

Baca juga: Wisatawan Batal ke Jogja Gegara Swab Antigen, Reservasi Hotel Anjlok Jadi 25%

Saat ini halte sedekah juga akan terus dikembangkan. Selain di Palbapang, halte sedekah juga sudah didirikan di depan Balai Desa Kebonagung, Kecamatan Imogiri. Rencananya akan ada halte sedekah ketiga, namun masih mencari lokasinya yang strategis agar semakin banyak penerima manfaat dari keberadaan halte sedekah tersebut.