Masih Tinggi, Sehari DIY Tambah 210 Kasus Covid-19

Ilustrasi. - Freepik
20 Desember 2020 18:37 WIB Catur Dwi Janati Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA- Angka penambahan Covid-19 DIY pekan ini cukup mengkhawatirkan. Penambahan kasus dalam kurun waktu sehari lagi-lagi melebihi 200 kasus.

Juru Bicara Pemda DIY untuk Penanganan Covid-19, Berty Murtiningsih menyampaikan jika pada Minggu (20/12/2020) terjadi penambahan kasus sebanyak 210 konfirmasi positif. Tambahan ini semakin memperbanyak akumulasi kasus Covid-19 DIY yang makin membengkak. "Hasil pemeriksaan laboratorium dan terkonfirmasi positif pada hari ini tterdapat tambahan 210 kasus positif, sehingga total kasus positif Covid-19 di DIY menjadi sebanyak 9497 kasus," papar Berty.

Ditinjau dari distribusi kasus berdasarkan domisili, Sleman menjadi daerah penambahan kasus terbanyak di DIY akhir pekan ini yang mencapai 80 kasus. Berty melanjutkan, penambahan kasus disusul Kota Jogja sebanyak 66 kasus, Bantul 46 kasus, Gunungkidul 10 dan Kulonprogo delapan kasus konfirmasi positif Covid-19. Sementara ditilik berdasarkan riwayatnya, sebanyak 37 kasus berasal dari periksa mandiri, tracing kasus sebanyak 115 kasus dan 58 kasus masih belum diketahui riwayatnya.

Kendati tuai penambahan kasus yang tergolong tinggi, jumlah kasus sembuh pun juga meningkat pesat. Berty menyebutkan jika jumlah kasus sembuh sebanyak yang tercatat akhir pekan mencapai 203 kasus. Berdasarkan domisilinya, 131 kasus sembuh berasal dari Sleman, 33 kasus sembuh berasal dari Bantul, 26 kasus sembuh berasal dari Kulonprogo, sembilan kasus sembuh dari Gunungkidul, dan empat kasus sembuh berasal dari Kota Jogja. "Sehingga total kasus sembuh menjadi sebanyak 6381 kasus," paparnya.

Sayangnya tingginya kasus sembuh masih dibarengi dengan bertambahnya kasus meninggal dunia. Disebutkan Berty sebanyak delapan kasus dinyatakan meninggal dunia. Salah satu kasus memiliki catatan komorbid penyakit Diabetes melitus. "Jumlah kasus meninggal sebanyak delapan kasus, sehingga total kasus meninggal menjadi sebanyak 190 kasus," terangnya.

Hingga Minggu (20/12/2020) tempat tidur RS Rujukan masih tersedia. Berty memaparkan jika dari jenis total 64 tempat tidur kritical, sebanyak 42 bed saat ini masih digunakan. Sementara dari total jenis tempat tidur non-critical 574 bed, sebanyak 483 bed diantaranya telah di isi.