Pengelola Parkir di Jogja Siap Cek Surat Sehat Wisatawan

Suasana TKP ABA pada Selasa (22/12/2020) yang masih lengang jelang libur Natal 2020 dan Tahun Baru 2021. - Harian Jogja/Catur Dwi Janati
23 Desember 2020 09:37 WIB Catur Dwi Janati Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA - Ditetapkannya rapid test antigen sebagai syarat pelaku perjalanan luar kota menyebabkan sejumlah tempat lakukan upaya pemeriksaan surat kelengkapan pengunjung. Tempat Khusus Parkir (TKP) Abu Bakar Ali (ABA) misalnya, akan lakukan pemeriksaan surat rapid test antigen pengunjung yang datang.

Pengelola TKP ABA, Doni Ruliyanto mengaku memang telah mendengar instruksi gubernur yang dikeluarkan baru-baru ini. Namun pihaknya yakin, biro perjalanan sebagai penyedia jasa akomodasi akan memastikan penumpangnya membawa kelengkapan surat tersebut.

"Kalau dengar Ingub itu, untuk wisatawan dari luar Kota Jogja itu harus menggunakan persyaratan itu [rapid test antigen] dan saya yakin di biro perjalanan pasti akan mentaati aturan itu," jelasnya pada Selasa (22/12/2020).

Baca juga: Pemkab Gunungkidul Tutup Sementara Layanan IGD RSUD Wonosari

Sebenarnya, sebagai pengelola TKP ABA sudah menerapkan SOP yang dijalankan dari awal mulai beroperasi di bulan Juli lalu. Perwakilan rombongan atau ketua panitia maupun penanggungjawab rombongan harus melakukan laporan ke pengelola TKP ABA.

"Laporan ke sini mengisi sesuai KTP, kemudian rombongannya dari mana saja. Kita dari TKP ABA seperti itu selain kelengkapan fasilitas prokes juga sudah berjalan. Cuma kan ini ada aturan yang baru [rapid test antigen], Insyallah kita jalankan untuk persiapan liburan Natal dan tahun baru," ujarnya.

Kemungkinan, pihaknya akan menanyakan apakah wisatawan yang ikut rombongan sudah rapid test antigen. Menurutnya, biasanya sendiri yang membawa dari biro untuk persyaratan perjalanan. Pihaknya akan menanyakan apakah benar-benar wisatawan ini sudah ada surat keterangan sehatnya belum.

Baca juga: Varian Virus Corona Belum Teridentifikasi di Indonesia

"Kalau dulu rapid test (antibodi) dulu mayoritas sudah bawa. Mereka dari biro sudah menjalankan prokesnya. Jadi kita enggak usah mengulangi lagi untuk mereka memeriksa satu-satu. Cuma ditanya atau dicek satu dari rombongannya suratnya ada tidak," tukas Doni

Sebelumnya pemeriksaan dan pencatatan yang dilakukan Doni sejak Juli nyatanya berguna untuk tracing klaster kasus MAN 22 dari Jakarta Barat. Berbekal catatan yang ada, pihaknya bisa memastikan bahwa rombongan bus tidak parkir di TKP ABA. Dengan demikian TKP ABA tidak masuk dalam jaring tracing kasus tersebut.

Disebutkan Doni, sampai hari ini jumlah wisatawan masih landai. Malahan, di pekan kemarin relatif berkurang setelah ada pernyataan Sekda DIY kaitannya dengan kewajiban setiap wisatawan dari luar DIY harus rapid test antigen.

"Sampai kemarin memang dari biro lumayan [jumlahnya] yang membatalkan kunjungan untuk ke Jogja. Kalau reservasi jauh hari belum, cuma mereka kalau sudah arah perjalanan ke sini mereka ngontak petugas parkir kami apakah di TKP ABA masih ada tempat bus pariwista untuk parkir tidak. Kemarin disampaikan dari biro, waduh kok ada pernyataan kaya begini, ada yang membatalkan," jelasnya.