Pemkab Gunungkidul Tutup Sementara Layanan IGD RSUD Wonosari

Ilustrasi. - Antarafoto/Aswaddy Hamid
22 Desember 2020 20:37 WIB Newswire Gunungkidul Share :

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL--Pemerintah Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, menutup sementara Instalasi Gawat Darurat Rumah Sakit Umum Daerah Wonosari 1 x 24 jam mulai Selasa, 18.00 WIB sampai Rabu (23/12/2020), 18.00 WIB karena adanya salah satu petugasnya terkonfirmasi COVID-19.

"Benar. Kami tutup IGD selama 24 jam. Hal ini dikarenakan ada petugas IGD yang terkonfirmasi COVID-19, kemudian kami lakukan ssterilisasi dan setting ulang tata ruang agar lebih banyak. Beberapa hari terakhir ini antri suspek banyak sekali. Pelayanan akan dibuka kembali pada Rabu (23/12), 19.00 WIB," kata Kepala Dinas Kesehatan Gunung Kidul Dewi Irawaty di Gunungkidul, Selasa (22/12/2020).

Ia mengatakan jumlah petugas kesehatan di RSUD Wonosari yang terkonfirmasi COVID-19 sebanyak tujuh orang. Mereka sudah menjalani perawatan dan melakukan isolasi mandiri.

"Semua sudah melakukan isolasi mandiri dan mendapat perawatan," katanya.

Dewi mengatakan hari ini, pasien terkonfirmasi COVID-19 di Gunungkidul bertambah 24 kasus baru, sehingga total pasien terkonfirmasi menjadi 734 kasus. Adapun tambah kasus, tersebut dari Kecamatan Patuk satu kasu, Wonosari lima kasus, Ponjong enam kasus, Playen empat kasus, Semanu tiga kasus, Tanjungsari satu kasus, Semin dua kasus, Ngawen satu kasus.

"Kasus terkonfirmasi karena memiliki riwayat suspek, dan kontak dengan konfirmasi COVID," katanya.

Dia mengatakan dari total 734 kasus ini, rinciannya 458 sembuh, 255 kasus dalam perawatan dan 21 meninggal dunia. Dari data Dinas Kesehatan Gunung Kidul total spesimen sebanyak 9.869 dengan rincian 8.271 hasil negataif dan 734 kasus konfirmasi COVID-19.

"Saat ini masih ada 864 spesimen dalam progres," katanya.

Wakil Bupati Gunung Kidul Immawan Wahyudi membenarkan adanya penutupan IGD RSUD Wonosari selama 24 jam. Dirinya sudah mendapat laporan dari RSUD Wonosari.

"Benar IGD RSUD Wonosari ditutup sementara karena ada petugas kesehatan yang terkonfirmasi COVID-19," katanya.

Sumber : Antara