Awas! Teror Penyiraman Air Keras Sasar Pesepeda di Sleman

Ilustrasi bersepeda. - Harian Jogja/Gigih M. Hanafi.
26 Desember 2020 15:27 WIB Hafit Yudi Suprobo Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN--Aksi penyemprotan cairan diduga air keras kembali terjadi di wilayah kecamatan Ngaglik, Sleman, tepatnya di Jalan Damai pada Jumat (25/12/2020) pagi hari sekitar pukul 05.30 wib pagi. Korban penyemprotan diduga air keras sendiri merupakan pesepeda yang sedang menuju dari arah barat menuju ke timur.

Kanit Reskrim Polsek Ngaglik Iptu Budi Karyanto mengatakan jika korban dari penyemprotan diduga air keras merupakan seorang perempuan yang sedang melakukan aktivitas bersepeda di Jalan Damai, Ngaglik, Sleman pada Jumat (25/12/2020) sekitar pukul 05.30 wib. Korban sedang bersepeda seorang diri.

"Iya betul, kejadiannya di Jalan Damai, Ngaglik, Sleman" ujar Budi saat dikonfirmasi pada Sabtu (26/12/2020).

BACA JUGA : Terduga Teroris di Berbah Sleman Ditangkap, Pelaku Punya

Kejadian penyemprotan diduga air keras sendiri terjadi ketika korban yang merupakan warga Mlati, Sleman, tersebut sedang melakukan kegiatan bersepeda di Jalan Damai, Ngaglik, Sleman. Korban menuju ke arah timur dari arah barat. "Korban kebetulan posisinya sendirian saat bersepeda. Korbannya adalah perempuan," imbuhnya.

Budi mengaku jika jajarannya terkendala soal minimnya informasi yang didapatkan terkait dengan kasus penyemprotan diduga air keras kepada korban. Korban tak sempat memberikan informasi yang utuh kepada polisi.

"Kendalanya pelapornya itu kan datang ke kami untuk melaporkan kasus penyemprotan diduga air keras. Setelah laporan itu kan harusnya diinterogasi, korban malah buru-buru karena ada acara dengan teman-temannya. Jadi laporannya belum utuh," jelasnya.

Jajaran Satreskrim Polsek Ngaglik masih akan meminta keterangan lanjutan dari korban pelemparan air keras di Jalan Damai, Ngaglik, Sleman. Akan tetapi, kapan waktu pastinya, Budi belum bisa membeberkannya.

BACA JUGA : Pesepeda Meninggal Dunia di Jalan Godean karena Kelelahan

"Dia korban memang melaporkan kalau disemprot itu [air keras]. Tapi, kan motif pelaku apa kita belum tahu, la korbannya tak periksa malah bilang ada acara dengan teman-temannya. Nanti kita periksa lagi korbannya," imbuhnya.

Berdasarkan catatan dari Polsek Ngaglik, total sudah ada empat kejadian penyemprotan diduga air keras di wilayah kecamatan Ngaglik, Sleman. Guna mendalami kasus tersebut, Budi mengaku jika jajarannya bekerjasama dengan Polda DIY untuk melakukan pengungkapan kasus.

"Rata-rata korbannya perempuan dan bersepeda seorang diri. Ada empat TKP. Kita sudah gabung dengan Polda DIY untuk mendalami perkara ini," katanya.