PKS Akui Kekalahan Suharsono-Totok, Siap Jadi Oposisi

Ketua DPD PKS Bantul, Agung Laksmono (kedua dari kanan) saat memberi keterangan pers di Hotel Ros-In, Senin (28/12/2020). - Harian Jogja/Ujang Hasanudin
29 Desember 2020 06:47 WIB Ujang Hasanudin Bantul Share :

Harianjogja.com, BANTUL—Partai Keadilan Sejahtera (PKS) mengakui kekalahan pasangan Suharsono-Totok Sudarto dalam Pilkada Bantul 2020.

Mantan Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PKS Bantul yang kini menjadi pengurus Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PKS DIY, Amir Syarifudin mengatakan kalah dan menang dalam pilkada merupakan hal biasa karena bagian dari proses perjuangan.

Menurut dia, pilkada di Kabupaten Bantul itu lucu. Sebab, Abdul Halim Muslih pernah dibesarkan oleh PKS saat berduet dengan Suharsono dalam Pilkada 2015. “Dulu keduanya [Suharsono-Abdul Halim Muslih] melawan bupati petahana Sri Suryawidati, sekarang di Pilkada 2020 beliau [Sri Suryawidari] mendukung Halim,” kata Amir, Senin (28/12/2020). “Jadi kalah menang itu hal biasa tetapi tetap menjadi bahan evaluasi kami,” ungkap Amir.

Meski belum ada penetapan, hasil penghitungan suara di KPU Bantul sudah keluar dan hasilnya Abdul Halim Muslih lebih unggul dengan total 305.563 suara, sedangkan Suharsono-Totol Sudarto meraih 228.407 suara. Amir mengatakan paslon yang diusung partainya sudah legawa dan mengakui kekalahan, bahkan menyampaikan ucapan terima kasih kepada semua pendukungnya.

Untuk menghadapi Pemilu 2024, DPD PKS Bantul menargetkan perolehan suara 15% atau sekitar 12.000 suara. Target tersebut meningkat dua kali lipat dibanding Pemilu 2019 yang hanya memperoleh 8% suara atau sekitar 56.000 suara. Selain itu, PKS juga siap menjadi oposisi yang konstruktif dalam pemerintahan Bantul 2021-2024.

Kami berharap memperoleh minimal satu kursi dari semua dapil yang berjumlah enam. Saat ini PKS baru mendapatkan empat kursi di DPRD Bantul,” kata Ketua DPD PKS, Agung Laksmono, seusai Musyawarah Daerah (Musda) V DPD PKS Bantul di Hotel Ros-In, Senin.

Agung terpilih menjadi ketua DPD PKS Bantul menggantikan Amir Syarifuddin. Agung mengatakan, salah satu fokus utama tugas yang diamanatkan kepadanya yakni menyuskseskan Pemilu 2024 dengan menambah jumlah kader dan dukungan dari masyarakat sekaligus meningkatkan elektabilitas PKS sehingga suara PKS meningkat dibanding 2019. Tugas kedua yakni melayani masyarakat dengan mendorong program yang bermanfaat, di antaranya jaminan sosial, kesehatan, dan pertumbuhan ekonomi.