Semua RS Rujukan Covid-19 di Bantul Penuh, Siap-Siap Rumah Sakit Lain Menampung Limpahan Pasien

Foto ilustrasi. - Reuters
30 Desember 2020 21:17 WIB Jumali Bantul Share :

Harianjogja.com, BANTUL--Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Bantul memastikan telah meminta kepada sejumlah rumah sakit yang bukan rujukan untuk bersiap diri menerima limpahan pasien Covid-19.

Hal ini menyusul kapasitas dari rumah sakit rujukan Covid-19 yang saat ini dinyatakan telah penuh.

“Ini sudah sesuai dengan arahan dari Dirjen Yankes, agar daerah memaksimalkan rumah sakit yang ada,” kata Juru Bicara Percepatan Penanganan Covid-19 Bantul, Sri Wahyu Joko Santoso, Rabu (30/12/2020).

BACA JUGA: BMKG Prediksi Jogja Dilanda Cuaca Ekstrem Jelang Tahun Baru

Namun, keinginan ini, diakui oleh pria yang akrab dipanggil Oki akan mengalami kendala. Sebab, informasi yang berkembang ada salah satu rumah sakit besar bukan rujukan Covid-19 yang kemungkinan enggan untuk menerima limpahan pasien Covid-19.

“Nah, soal itu, izin rumah sakit itu bukan berada di kabupaten, tapi ada di provinsi. Sehingga nantinya, untuk maksimalkan layanan di rumah sakit, kewenangan ada di provinsi. Jadi, kewenangan ada di provinsi membikin teguran. Karena kabupaten hanya memantau layanan mereka, jika ada yang melenceng ya kami laporkan ke provinsi. Biar mereka tindak lanjuti,” ungkap Oki.

Lebih lanjut Oki mengungkapkan, saat ini ada tujuh rumah sakit yang telah menampung pasien Covid-19. Ketujuh rumah sakit tersebut adalah Rumah Sakit Khusus Lapangan (RSKL) yang memiliki kapasitas 50 tempat tidur, RS PKU Muhammadiyah dengan 15 tempat tidur, 18 tempat tidur di RS Panembahan Senopati, 40 tempat tidur di RS Hardjolukito, empat tempat tidur di RS Elisabeth Ganjuran, di RS Nur Hidayah ada empat tempat tidur dan RS Rajawali dengan empat tempat tidur.

“Semuanya sudah penuh. Kita akan meng kohorting. Dan ada pasien yang masuk dalam antrean, di mana pasien tunggu ini ditempatkan di ruang interval. Tidak ada pasien lain di ruang itu. Sejauh ini jumlah pasien tunggu tidak banyak,” papar Oki.

Sementara berdasarkan data yang dirilis dari Dinas Kesehatan Bantul per-selasa 29 Desember 2020, bertambah 87 pasien, sehingga total keseluruhan mencapai 2.971 kasus. Dari total jumlah tersebut, 2.351 pasien sudah dinyatakan sembuh dan 83 orang meninggal dunia. Sisanya 537 pasien lainnya, masih menjalani isolasi.