Fenomena Api Seyegan Diduga Dipicu dari Limbah Pemotongan Ayam
UGM menemukan anomali gas hidrogen tinggi di lokasi api misterius Seyegan. Limbah organik rumah pemotongan ayam diduga menjadi sumber utama gas.
Wisatawan mengantre di Gate Zonasi Malioboro untuk cek suhu dan kode QR pada Minggu (27/12/2020). /Harian Jogja-Catur Dwi Janati
Harianjogja.com, JOGJA - Sistem buka tutup resmi diterapkan di Malioboro saat perayaan tahun baru 2021. Sejumlah titik seperti Titik Nol dan Tugu Pal Putih pun turut dipagari agar steril dari kerumunan.
Wali Kota Jogja, Haryadi Suyuti dalam Jumpa Pers Persiapan Menghadapi Tahun Baru 2021 menuturkan jika tidak ada penutupan full di Malioboro melainkan sistem buka tutup yang bakal diterapkan. Artinya Malioboro dibuka dan ditutup tergantung rasio pengunjung. "Malioboro tidak ditutup, Malioboro sistemnya buka tutup situasional dalam domain Operasi Lilin Progo 2020," tegas Haryadi pada Rabu (30/12/2020) di Ibis Hotel Malioboro.
BACA JUGA : HARIAN JOGJA HARI INI: Semua Obwis Ditutup Kecuali Malioboro
Aspek risiko dalam sistem buka tutup yang dimaksud Haryadi menggabungkan antara jumlah orang dengan kaitannya luasan area yang didiami. Haryadi memisalkan, 10 orang dalam 100 meter tentu bukan kerumunan, namun 10 orang dalam 10 meter dapat dihitung ramai.
"Ya situasional [sistem buka tutup], kalau kepadatannya ini [tinggi] ya kita tutup. Kerumunan tadi ya aspek rasio, aspek rasio ada pembilang ada penyebutnya. 10 orang kumpul di 100 meter ya bukan [kerumunan], tapi kalau 10 orang 10 meter ya ramai dong," tegasnya.
Ditegaskan Haryadi bahwa pihaknya tidak menerapkan penutupan total melainkan sistem buka tutup. "Buka tutup, penutupan full tidak ada. Penutupan ada situasional sifatnya, buka tutup, kalau padat ya kita tutup kalau sudah memenuhi kriteria. Menutup itu untuk menghindari orang mengakses Malioboro lebih banyak lagi. Dan malam tahun baru di Malioboro untuk sementara pedestrian ditiadakan, jadi pukul 18.00 - 21.00 larangan kendaraan di sana tadi kita tiadakan. Kita ganti dengan buka tutup tadi supaya apa, supaya bisa terbelah orang di sana, jangan ngumpul," terangnya.
Perihal waktu buka warung di Malioboro, Haryadi menuturkan bahwa pihaknya mengikuti Instruksi Gubernur (Ingub). "Malam tahun baru seperti Ingub kita pukul 22.00 WIB [tutup], tapi itu ada surat pak Sekda, [usaha] itu tutup pukul 18.00 WIB. Jadi usaha tutup pukul 18.00 WIB, malam tahun baru tok aja. Jadi kita beri kesempatan warga masyarakat untuk mengakses Malioboro," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
UGM menemukan anomali gas hidrogen tinggi di lokasi api misterius Seyegan. Limbah organik rumah pemotongan ayam diduga menjadi sumber utama gas.
Pelemahan rupiah mulai berdampak pada industri mebel dan kerajinan di Bantul. Biaya produksi naik, sementara permintaan pasar terus melemah.
De Graafschap resmi memulangkan Donny Warmerdam dari PSIM Jogja. Gelandang asal Belanda itu dikontrak satu tahun dengan opsi perpanjangan hingga 2028.
Korban tewas gempa magnitudo 7,8 di Filipina selatan bertambah menjadi 15 orang. Puluhan ribu warga dievakuasi, bandara ditutup, dan tsunami sempat diwaspadai.
Musim kemarau meningkatkan risiko serangan hewan liar di pesisir Gunungkidul. Warga diminta memindahkan kandang ternak lebih dekat ke rumah.
Polres Bantul menyita 379 botol miras ilegal dari tiga Outlet 23 serta membongkar transaksi COD dan peredaran miras oplosan.