Kasus Daycare Little Aresha, 7 Pengasuh Minta Dibebaskan dari Dakwaan, Ini Alasannya
Tujuh terdakwa kasus Little Aresha meminta dibebaskan. Tim penasihat hukum menilai para pengasuh menjalankan SOP yang ditetapkan manajemen daycare.
Foto Ilustrasi pelajar melakukan pembelajaran secara luring /ANTARA FOTO-Syifa Yulinnas.\n
Harianjogja.com, SLEMAN--Pembelajaran secara tatap muka (offline) untuk jenjang sekolah dasar (SD) dan sekolah menengah pertama (SMP) di wilayah Sleman akan dimulai pada Februari 2021 mendatang. Siswa yang mengikuti sekolah tatap muka harus mendapatkan persetujuan dari orang tua.
Bupati Sleman Sri Purnomo mengatakan Pemkab Sleman mengambil kebijakan untuk menggelar sekolah tatap muka pada Senin, 1 Februari 2021. Penerapannya sesuai dengan protokol kesehatan. Saat ini, katanya, sekolah diminta untuk menyiapkan segala sarana dan prasarana penunjang pembelajaran tatap muka.
BACA JUGA : Januari 2021 Belum Ada Sekolah Tatap Muka di Sleman
"Pelaksanaannya serentak, baik untuk SD maupun SMP. Untuk PAUD dan TK masih belum," kata Sri, Senin (4/1/2020).
Skemanya, lanjut Sri, sekolah harus menerapkan Cita Mas Jajar (cuci tangan dengan sabun, memakai masker, dan jaga jarak). Hal itu menjadi kunci untuk pencegahan penyebaran Covid-19.
"Tempat duduknya harus berjarak, mencuci tangan dengan sabun dan wajib memakai masker. Jadi sekolah harus memenuhi Cita Mas Jajar itu dulu," katanya.
Syaratnya, kata Sri, siswa yang mengikuti sekolah tatap muka harus mendapatkan persetujuan orang tua. Jika orang tua tidak menyetujui, kata Sri, maka sekolah tetap harus memberikan layanan pendidikan secara daring (online).
BACA JUGA : Kasus Covid-19 Melonjak, Pembelajaran Tatap Muka di Kota
"Kalau ada orangtua siswa yang tidak setuju, dua orang misalnya, maka sekolah tetap melayani pembelajaran online. Tidak boleh ditinggal. Dari 100 siswa yang setuju dua orang, ya tetap dilayani," kata Sri.
Kepala Dinas Pendidikan Sleman, Ery Widaryana mengatakan Januari ini seluruh sekolah diminta menyiapkan segala sarana dan prasarana sebelum menerapkan pembelajaran tatap muka. Meskipun Disdik sudah menyampaikan persiapan tersebut sejak November lalu termasuk meminta persetujuan kepada orang tua.
"Sudah banyak orang tua yang setuju. Ini contohnya,"ujar Ery.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Tujuh terdakwa kasus Little Aresha meminta dibebaskan. Tim penasihat hukum menilai para pengasuh menjalankan SOP yang ditetapkan manajemen daycare.
BMKG mengeluarkan peringatan hujan lebat disertai petir di empat kecamatan di DIY pada Senin dini hari, 9 November 2026.
Kelurahan Terban Jogja menggelar penyuluhan KUHP dan KUHAP sekaligus mengenalkan pidana kerja sosial sebagai alternatif pemidanaan.
Rekrutmen CPNS dan PPPK Gunungkidul 2026 belum dipastikan. Pemkab mengajukan 370 formasi, tetapi masih menunggu keputusan pusat.
Simak informasi SIM Keliling Bantul November 2026, jadwal layanan di Manding, syarat perpanjangan, dan biaya SIM A serta SIM C.
BRI Wonosari memberikan edukasi QRIS dan KUR kepada pelaku UMKM Gunungkidul untuk mendukung transaksi digital dan pengembangan usaha.