Imunisasi Anak Sekolah di Gunungkidul Tembus 96,8%, Penyisiran Masih Berlanjut
BIAS Gunungkidul mencapai 96%. Dinkes terus melakukan penyisiran untuk meningkatkan cakupan vaksinasi siswa kelas 1, 2, dan 5.
Ilustrasi. /AntaraFoto- Yusran Uccang
Harianjogja.com, WONOSARI – Dinas Pertanian dan Pangan Gunungkidul menargetkan produktivitas sebanyak 250.000 ton gabah kering giling di masa panen perdana tahun ini. Total hingga saat ini tercatat luas lahan padi mencapai 48.104 hektare.
Kepala Bidang Tanaman Pangan, Dinas Pertanian dan Pangan Gunungkidul, Raharjo Yuwono mengatakan, hasil pengamatan di lapangan tanaman padi di musim pertama tumbuh dengan subur. Dia pun optimistis di panen perdana ini produktivitas dapat dioptimalkan.
BACA JUGA : Panen Padi Masa Tanam Ketiga di Gunungkidul Lebih Optimal
Menurut dia, masa panen diperkiarakan mulai akhir bulan ini, khususnya di lahan yang berada di wilayah Selatan Gunungkidul. Di panen perdana ini, dinas pertanian dan pangan menargetkan produktivitas sebanyak 250.000 ton gabah kering giling. Raharjo menuturkan, target ini bisa dipenuhi karena melihat perkembangan tanaman padi yang ada.
Selain itu, keyakinan akan target dapat terpenuhi tidak lepas hasil panen di tahun lalu. Ia menuturkan di periode yang lalu, dari panen yang ada bisa menghasilkan gabah kering giling sebanyak 291.772 ton. “Ini kan dalam setahun dan saya yakin target bisa terpenuhi,” katanya.
BACA JUGA : Menggembirakan, Hasil Panen Padi di Wates Tembus
Ditambahkan dia, untuk masa tanam pertama ada lahan seluas 48.104 hektare yang ditanami padi. Sesuai dengan karakteristik kewilayahan di Gunungkidul, di masa tanam pertama ini padi sangat mendominasi. Namun saat masa tanam kedua dan ketiga, cakupan lahan yang ditanam mengalami penyusutan karena disesuaikan dengan ketersediaan air untuk pemeliharaan.
“Ya kalau musim pertama hampir semua lahan ditanami padi,” katanya.
Salah seorang petani di Kapanewon Patuk, Sularto mengatakan, pihaknya optimistis panen perdana tahun ini hasilnya bisa maksimal. Meski ada kekhawatiran terhadap cuaca ektrem, namun ia menilai tanaman padi dapat tumbuh dengan subur. Di sisi lain, serangan hama juga relative terkendali sehingga tidak mengganggu pertumbuhan tanaman.
BACA JUGA : Panen Padi Perdana, Produksi Gabah Gunungkidul Dipatok
“Saya kira hasilnya akan baik sehingga petani bisa mendapatkan keuntungan,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
BIAS Gunungkidul mencapai 96%. Dinkes terus melakukan penyisiran untuk meningkatkan cakupan vaksinasi siswa kelas 1, 2, dan 5.
Raharjati Nursamsa dan Rajiah Sallsabillah meraih emas mixed relay WCS Guiyang 2026 dengan catatan waktu 11,35 detik.
Belanja OnlyFans di Singapura diperkirakan mencapai US$18,8 juta pada 2026, tertinggi di Asia untuk pengeluaran per 10.000 orang dewasa.
Persib Bandung harus segera melupakan kekalahan dari Persija Jakarta karena tantangan berikutnya datang dari kompetisi Asia
DPRD Bantul mendorong Satpol PP memperkuat pencegahan Trantibum di sekolah, termasuk sosialisasi narkoba, miras, dan tawuran.
Bali United menang 4-1 atas Isenmulang Kalteng. Thijmen Goppel mencetak dua gol dalam laga Super League 2026/2027.