Panas Bumi Ungaran Dikembangkan, PLN Siapkan PLTP 55 MW
PLN mendapat penugasan mengembangkan WKP Ungaran hingga 55 MW. Proyek masih dalam tahap studi dengan kajian lingkungan dan sosial.
Tempe kedelai. /Solopos-Ivanovich Aldino
Harianjogja.com, BANTUL--Pemerintah Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta menyatakan stok kedelai di tingkat distributor bahan pokok daerah ini masih mencukupi, meski harga di pasaran mengalami kenaikan dibanding sebelumnya.
"Iya mas, tidak ada kelangkaan di Bantul. Stok kedelai masih sangat cukup di tingkat distributor," kata Kepala Dinas Perdagangan Bantul Sukrisna Dwi Susanto saat dikonfirmasi di Bantul, Selasa (5/1/2021).
Menurut dia, hasil pantauan di distributor bahan pokok wilayah Dongkelan Jalan Bantul, stok bahan baku makanan tersebut mencukupi, meski harganya ada kenaikan sebesar Rp1.500 per kilogram, dari sebelumnya rata-rata Rp7.500 per kg, sekarang menjadi Rp9.000 per kg.
"Saya sudah monitoring di Pasar Bantul ada dua jenis kedelai, impor dan lokal.Terus kalau yang di toko grosir Dongkelan itu sebagian besar kedelai impor dari Amerika," katanya.
Dia mengharapkan, situasi yang berkaitan dengan kedelai saat ini agar tidak dimanfaatkan untuk mencari keuntungan, yang dapat membebani konsumen kedelai atau produsen makanan yang menggunakan bahan baku kedelai itu.
"Tetapi yang jelas saya mengimbau kepada distributor untuk tidak menaikkan harga kedelai tanpa disertai alasan yang jelas, kasihan pengrajin tahu dan tempe," katanya.
Meski demikian, kata dia, para pengrajin tempe agar tetap meproduksi bahan pangan tersebut dengan menyesuaikan harga bahan baku, agar keberlangsungan usaha untuk mendukung perekonomian tetap jalan.
"Kepada perajin tempe diimbau tetap memproduksi tempe, apabila dengan harga kedelai yang ada sekarang belum bisa untung, maka bisa dengan cara mengurangi volume per bungkus tempe, tetapi tidak menaikkan harga tempe," katanya.
Namun pihaknya menghargai jerih payah pengusaha tempe agar tetap memperhitungkan modal agar tidak rugi, katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
PLN mendapat penugasan mengembangkan WKP Ungaran hingga 55 MW. Proyek masih dalam tahap studi dengan kajian lingkungan dan sosial.
Inflasi DIY September 2026 mencapai 0,26% secara bulanan, dipicu kenaikan harga beras, cabai rawit, hingga telur ayam ras.
Presiden Prabowo merombak kabinet pada 1 Oktober 2026. Bahlil, Sugiono, Dudung, Sarmuji, hingga Listyo Sigit mendapat posisi baru.
Revisi UU LLAJ mengusulkan denda truk ODOL hingga Rp50 miliar dan memperluas pihak yang dapat dikenai sanksi.
Buruh Jogja meminta outsourcing dihapus dan pekerja kontrak dibatasi maksimal satu tahun dalam pembahasan RUU Ketenagakerjaan.
Bahlil Lahadalia siap dilantik sebagai Menko Hilirisasi dan Energi sekaligus tetap menjabat Menteri ESDM.