Skuad Final Belanda Piala Dunia 2026: Van Dijk Kapten, Depay Comeback
Belanda umumkan 26 pemain untuk Piala Dunia 2026. Van Dijk jadi kapten, Depay pulih, Xavi Simons absen.
Gunung Merapi mengeluarkan lava pijar yang terlihat dari Tunggularum, Wonokerto, Turi, Sleman, DIY, Rabu (7/1/2021). /ANTARA FOTO-Andreas Fitri Atmoko
Harianjogja.com, SLEMAN- Masyarakat diminta mewaspadai potensi banjir lahar hujan di sungai-sungai yang berhulu Merapi. Sejak Rabu kemarin, material Merapi mulai terlihat terbawa air di Kali Gendol bagian atas.
Kepala Bidang Logistik dan Kedaruratan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sleman Makwan mengatakan potensi banjir lahar hujan bisa terjadi jika intensitas hujan di puncak Merapi berlangsung tinggi. Seperti yang terjadi pada Rabu (6/1/2020) lusa di Kali Gendol. "Ya [banjir lahar Merapi] masih berhenti di atas," kata Makwan, Jumat (8/1/2020).
Baca juga: ERUPSI MERAPI: Barak Pengungsian untuk Warga Turi Disiapkan
Meski saat ini tidak ada lagi aktivitas masyarakat di penambangan pasir sepanjang Kali Gendol, namun Makwan tetap mengingatkan agar warga tetap mewaspadai potensi terjadinya bahaya banjir lahar hujan. Terutama warga yang berada di bantaran sungai berhulu Merapi.
"Waspada bila menyeberang sungai yang berhulu di Merapi, saat musim hujan," kata Makwan.
Perihal turunnya material Merapi pada Rabu (6/1/2020) akibat terbawa air hujan sempat diabadikan warga. Dalam video tersebut, material Merapi yang terbawa selain pasir juga bongkahan batu dengan berbagai ukuran. Warga menyebut, material Merapi yang terbawa menumpuk di lokasi Tambang Bima Kali Gendol yang jaraknya tidak jauh dari Bunker Kali Adem.
BPBD Sleman sendiri sudah memasang peralatan early warning system (EWS) di sejumlah titik di lereng Merapi untuk memonitor kondisi kali-kali yang berhulu Merapi. Total EWS yang dipasang mencapai 22 unit. "Untuk banjir lahar kami siapkan lima EWS baik di Gendol, Opak, maupun Gowong," imbuhnya.
Baca juga: Kasus Covid-19 di Indonesia Kembali Pecah Rekor karena Imbas Libur Akhir Tahun
Diberitakan sebelumnya, Kepala Seksi Mitigasi Bencana BPBD Sleman Joko Lelono mengatakan banjir lahar hujan belum terlihat masuk Kali Boyong, Turgo, Pakem sehingga kondisi sungai tersebut masih aman dari ancaman banjir lahar hujan. "Sampai saat ini belum terpantau ada aliran lahar hujan. Untuk pemukiman di sepanjang Kali Boyong masih aman. Apalagi di utara Turgo tebingnya tinggi, kalau ada material banjir lahar hujan setinggi dua metermasih aman," katanya.
Menurutnya, selain ke Kali Boyong potensi banjir lahar juga dapat terjadi di Kali Krasak. Hanya saja, kata dia, potensi lahar hujan di Kali Krasak, tidak akan berdampak kepada kawasan permukiman. "Kali Krasak pemukiman ada di paling atas, di Tunggul Arum jadi masih aman," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Belanda umumkan 26 pemain untuk Piala Dunia 2026. Van Dijk jadi kapten, Depay pulih, Xavi Simons absen.
Trik aluminium foil di router WiFi memang bisa mengarahkan sinyal, tetapi tidak menambah kecepatan internet secara signifikan.
Cek jadwal KRL Jogja–Solo dari Tugu ke Palur. Simak jam keberangkatan lengkap dan imbauan penumpang.
Jadwal lengkap KRL Solo–Jogja dari Palur hingga Tugu. Simak jam keberangkatan terbaru dan imbauan KAI.
11 manfaat beras kencur untuk kesehatan, mulai dari menambah nafsu makan, menjaga stamina, hingga membantu tidur lebih nyenyak.
Sekawan Limo 2 Gunung Klawih tembus 212 ribu penonton di hari pertama, catat rekor box office Indonesia 2026.