Satgas Covid-19 Diaktifkan, Pasar di Sleman Tutup Pukul 14.00 WIB

Pengunjung tampak memasuki pintu masuk Pasar Kalasan, Sleman, Selasa (8/1). - Harian Jogja/Bernadheta Dian Saraswati
11 Januari 2021 17:07 WIB Abdul Hamied Razak Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN- Selama masa Pengetatan secara Terbatas Kegiatan Masyarakat (PTKM), seluruh pasar tradisional diminta berhenti beroperasional hingga pukul 14.00 WIB. Hanya enam pasar induk yang dibolehkan beroperasi hingga malam.

Sekretaris Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperindag) Sleman Haris Martapa mengatakan selama masa PTKM protokol kesehatan (Prokes) di pasar-pasar tradisional diperketat. Jam operasional juga dibatasi dari jam 05.00 hingga pukul 14.00 WIB kecuali untuk enam pasar induk. Meliputi Pasar Godean, Gamping, Sleman, Pakem, Tempel, dan Prambanan.

"Untuk enam pasar grosir ini jam operasionalnya tidak dibatasi. Hal ini dilakukan agar distribusi bahan makanan tidak terkendala dan menjaga stabilitas harga. Selama ini keenam pasar tersebut menjadi tempat kulakan pedagang lainnya," katanya saat ditemui di kantornya, Senin (11/1/2021).

Untuk mengawasi penerapan protokol kesehatan di pasar-pasar, Disperindag juga mengaktifkan kembali 23 Satgas Covid-19 di masing-masing pasar. Anggota Satgas, kata selain dari Dinas juga berasal dari pengurus paguyuban di masing-masing pasar. Satgas akan memantau penerapan prokes mulai dari pintu masuk ke pasar hingga aktivitas di dalam pasar. "Nanti ada petugas yang mobile untuk mengingatkan prokes baik kepada pedagang maupun pembeli," ujarnya.

Dia menegaskan, jika regulasi serta pengawasan PTKM tersebut juga berkonsekuensi pada sanksi yang diatur dalam Perbup Sleman 37.1/2020 tentang Penerapan Disiplin dan Penegakan Hukum Protokol Kesehatan Sebagai Upaya Pencegahan Covid-19. Selain Satgas pasar, saat ini Satgas Covid-19 Sleman juga telah membentuk tim terpadu terdiri dari Satpol PP, Kepolisian, TNI dan instansi terkait. Tim ini akan melakukan monitoring dan penegakan.

"Sosialisasi soal prokes kan sudah lama kami lakukan. Kalau masih ada yang tidak pakai masker mau masuk pasar, ya mohon maaf, terpaksa kami larang. Terutama yang muda-muda, kalau yang sepuh-sepuh masih kami beri pembinaan," katanya.