Sebagian Jalur Evakuasi Merapi Rusak Begini Respons Pemkab Sleman

Bupati Sleman Sri Purnomo saat meninjau dusun Kalitengah Lor seiring dengan meningkatnya aktivitas vulkanis Gunung Merapi pada Rabu (13/1/2021)-Harian Jogja - Hafit Yudi Suprobo
13 Januari 2021 21:17 WIB Hafit Yudi Suprobo Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN--Kerusakan jalan masih ditemukan di sejumlah titik jalur evakuasi Gunung Merapi yang ada di wilayah kabupaten Sleman. Pertama, jalur evakuasi yang berada di desa Wonokerto, Turi, Sleman. Kemudian, jalur evakuasi yang berada di desa Purwobinangun, Pakem, Sleman.

Bupati Sleman Sri Purnomo mengatakan jika kerusakan jalan di kedua wilayah tersebut bakal ditindaklanjuti lanjuti oleh dinas terkait. Dalam hal ini Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sleman maupun Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan, dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) Kabupaten Sleman.

"Tadi sudah kita cek ya [kerusakan jalan]. Nanti segera akan diperbaiki oleh BPBD Sleman. Upaya perbaikan untuk memperlancar proses evakuasi ketika masyarakat nanti suatu saat mengungsi dari rumah mereka ke tempat yang lebih aman," ujar Sri Purnomo saat diwawancarai di dusun Kalitengah Lor, Glagaharjo, Cangkringan, Sleman, Rabu (13/1/2021).

Lebih lanjut, kerusakan jalur evakuasi di masing-masing wilayah sendiri berdasarkan catatan Bupati Sleman yakni sepanjang satu kilometer di desa Wonokerto, Turi, Sleman. Kemudian, di desa Purwobinangun, Pakem, Sleman, sepanjang kurang lebih 150 meter.

"Memang dulu belum diperbaiki secara permanen, perbaikan masih dilakukan secara gorong-royong. Nah iki akan kita bantu agar memperlancar semuanya," sambung Sri Purnomo.

Sementara itu, Kepala DPUPKP SLeman Taufiq Wahyudi yang juga turut mengikuti inspeksi Bupati ke sejumlah dusun di wilayah barat daya lereng Gunung Merapi maupun di sisi selatan mengatakan jika pihaknya bakal menindaklanjuti kerusakan jalur evakuasi di dua dusun yakni Tunggularum, Wonokerto, Turi, Sleman dan dusun Turgo, Purwobinangun, Pakem, Sleman.

"Itu kan tidak banyak ya [kerusakannya] hanya akses jalan kecil. Perbaikan bisa melalui DPUPKP maupun BPBD Sleman. Kalau itu masuk jalan kabupaten ya nanti akan ditangani oleh DPUPKP, tapi jika hanya jalur sirip ya cukup BPBD Sleman," ujar Taufiq.

Pihaknya bakal berkoodinasi dengan BPBD Kabupaten Sleman dalam hal perbaikan infrastruktur penunjang proses evakuasi warga yang berpotensi terkena ancaman Gunung Merapi.

"Nanti akan kita koordinasikan dengan BPBD. Mana yang BPBD Sleman mana DPUPKP Sleman. Kalau yang kaitannya dengan infrastruktur seperti kamar mandi maupun WC seperti yang ada di Tunggularum, nanti akan kita bicarakan bersama-sama," sambung Taufiq.

Realisasi perbaikan sendiri, lanjut Taufiq, akan dilakukan dalam waktu dekat. Sebelumnya, Taufiq akan berkoordinasi terlebih dahulu dengan Sekretaris Daerah Kabupaten Sleman sebelum melakukan proses perbaikan.

"Besok kita langsung rapat koordinasi dengan Pak Sekda. Anggaran kemungkinan besar akan kami ambil dari belanja tak terduga (BTT). Kalau jalur utama evakuasi sudah bagus. Akan tetapi, jalur yang menuju ke akses utama yang masih harus diperbaiki," kata Taufiq.