Kekeringan Gunungkidul Meluas, 16 Kapanewon Sudah Terima Air Bersih
Krisis air bersih di Gunungkidul meluas. BPBD mencatat 16 kapanewon terdampak dan lebih dari 700 tangki air telah disalurkan.
Sejumlah petani memanen kedelai Dena-1 di Dusun Sri Koyo, Desa Bleberan, Kecamatan Playen, Kamis (2/5/2019)./Harian Jogja-Rahmat Jiwandono
Harianjogja.com, WONOSARI – Komoditas kedelai pada saat sekarang memiliki harga jual yang tinggi. Meski demikian, petani Gunungkidul kurang berminat dengan tanaman ini. hal tersebut terlihat dari area luas lahan yang ditanami.
Data dari Dinas Pertanian Gunungkidul di 2020 menunjukan luas area tanam kedelai selama setahun hanya 3.775 hektare dan menghasilan panen seberat 4.753 ton. Jumlah ini mengalami kenaikan dibandingkan dengan hasil panen di 2019 yang mencapai 3.072 ton.
BACA JUGA : Petani di Bantul Tidak Tertarik Tanam Kedelai
Meski demikian, secara umum luas tanam maupun hasil panen masih relatif kecil jika melihat luasan lahan di Gunungkidul. Selain itu, apabila dibandingkan dengan hasil panen di 2012 lalu sangat jauh karena bisa mencapai 26.476 ton.
Kepala Bidang Tanaman Pangan, Dinas Pertanian dan Pangan Gunungkidul, Raharjo Yuwono membenarkan area tanam kedelai cenderung menyusut setiap tahunnya. Hal ini pun berdampak terhadap produktivitas hasil panen.
Menurut dia, ada beberapa penyebab yang membuat petani kurang berminat menanam kedelai. Salah satunya harga komoditas yang cenderung rendah. Ia tidak menampik harga saat sekarang sedang bagus karena memiliki nilai jual yang tinggi, tapi secara umum belum bisa menjadi faktor penarik bagi petani untuk menanam kedelai.
BACA JUGA : Kemendag Prediksi Harga Kedelai Terus Naik Sampai Mei
Selain itu, keengganan petani juga tidak lepas dari pemeliharaan tanaman yang butuh perhatian ekstra karena rawan terserang penyakit sehinga petani lebh memilih tanaman lain seperti jagung atau kacang tanah.
Menurut dia, tanaman kedelai sejak ditanam hingga proses berbuah banyak diserang hama. Misalnya saat masa tanam, bibitnya sudah mulai diincar lalat buah, kemudian saat berkembang ada potensi diserang ulat daun, polong pengerek hingga kepik polong. Tak sampai di situ, saat memasuki masa panen juga berpotensi diserang hama bubuk.
“Biasanya kedelai mulai ditanam saat memasuki tanam kedua, tapi saat itu banyak petani memilih tanaman lain seperti kacang tanah atau kacang hijau,” katanya.
Hal tak jauh berbeda diungkapkan oleh Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Gunungkidul, Bambang Wisnu Broto. Menurut dia, minat petani untuk menanam kedelai masih harus ditingkatkan.
“Di masa tanam pertama ini hanya tercatat 142 hektare lahan yang ditanami kedelai. Jumalh ini sangat jauh dengan tanaman lain, khususnya padi yang mencapai 58.000 hektare,” katanya.
BACA JUGA : Jokowi Angkat Bicara soal Masalah Impor Kedelai
Bambang menuturkan, meski relative kecil tapi pada saat masa tanam kedua luas akan mengalami peningkatan. Sesuai dengan program dari pemeritan pusat dengan target 3.000 hektare ditanam kedelai, maka setelah panen padi pada awal Februari akan ditanam seluas 1.355 hektare. Sedangkan sisanya sebanyak 1.459 hektare akan ditanam di awal Maret.
“Kami akan terus dorong petani untuk kembali membudidayakan kedelai,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Krisis air bersih di Gunungkidul meluas. BPBD mencatat 16 kapanewon terdampak dan lebih dari 700 tangki air telah disalurkan.
The Script dipastikan kembali menggelar konser di Indonesia Arena Jakarta pada 3 April 2027. Tiket presale mulai Rp650.000 dan dijual mulai 21 Agustus 2026.
Prabowo resmi umumkan proyek Giant Sea Wall sepanjang 575 km dari Banten-Gresik. Butuh waktu 15-20 tahun, lindungi 50 juta warga. Indonesia belajar dari Belanda
Elkan Baggott resmi masuk skuad Millwall untuk Championship 2026/2027. Bek Timnas Indonesia akan mengenakan nomor punggung 12 usai direkrut dari Ipswich Town.
CEO Aprilia Racing Massimo Rivola menegaskan Marc Marquez dan Ducati masih menjadi ancaman besar dalam perebutan gelar MotoGP 2026 meski Jorge Martin memimpin k
Media Vietnam Soha menyoroti kemerosotan karier pemain naturalisasi Timnas Indonesia usai meninggalkan Eropa. Sandy Walsh, Ragnar Oratmangoen, hingga Marselino