Congot Akan Menjadi Pusat Ekonomi Baru di Kulonprogo

Pengendara sepeda motor melewati pintu gerbang menuju Pantai Congot, Desa Jangkaran, Kecamatan Temon, Minggu (26/5/2019).-Harian Jogja - Jalu Rahman Dewantara
15 Januari 2021 13:37 WIB Jalu Rahman Dewantara Kulonprogo Share :

Harianjogja.com, KULONPROGO--Kawasan Congot, Kapanewon Temon, Kulonprogo, akan dikembangkan menjadi pusat perekonomian baru guna mendukung beroperasinya Yogyakarta International Airport (YIA). Pemkab Kulonprogo sedang dalam tahap merancang konsep pengembangan tersebut.

Dinas Pertanahan dan Tata Ruang (Dispetsrung) Kulonprogo sudah melakukan survei di Congot terkait perencanaan program itu. Nantinya di Congot yang sudah berdiri terminal bayangan akan dikembangkan menjadi rest area.

"Di sana nanti akan jadi pusat shuttle bus untuk mengatarkan wisatawan yang hendak berkunjung ke tempat-tempat wisata sekitar seperti wisata hutan mangrove, Pantai Congot, kuliner, serta bandara," kata Kepala Dispetarung Kulonprogo, Heriyanto, Jumat (15/1/2021).

Baca juga: Sultan: Vaksin Covid-19 Aman & Halal, Masyarakat Tak Perlu Ragu

Kawasan Congot lanjut Heri, juga akan dibangun dermaga wisata menuju area mangrove. Di selatan Jembatan Congot, bakal dikembangkan sebagai pusat kuliner dengan pemadangan Sungai Bogowonto.

"Total luas lahan yang dibutuhkan dalam pengembangan ini sekitar dua hektare," ucapnya.

Heri menjelaskan dalam proses pengembangan ini, pihaknya berkoordinasi dengan Balai Besar Wilayah Sungai Serayu Opak (BBWSSO) Yogyakarta. Komunikasi sudah dilakukan dan sekarang tinggal menunggu rampungnya pembuatan Detailed Engineering Design (DED).

Menurut Heri, pengembangan kawasan Congot akan menjadi barometer keberhasilan Kulonprogo sebagai kabupaten yang ditempati YIA. Diharapkan langkah ini dapat meningkatkan perekonomian daerah dan warga sekitar.

Baca juga: Pimpinan DPRD DIY Tak Hadiri Vaksinasi, Ini Tanggapan Kepala Dinkes DIY

Sementara itu Wakil Ketua I DPRD Kulonprogo Ponimin Budi Hartono meminta Pemkab bisa segera merealisasikan program ini agar perekonomian di Kulonprogo bisa tumbuh pesat. "Kami juga mendukung program ini karena menjadi terobosan baru untuk kebaikan Kulonprogo di masa mendatang," ujarnya.